Namanya Samsul Hadi, sebuah nama yang diberikan orang tuanya disertai doa agar anak laki-laki mbarep-nya ini menjadi orang yang bersinar dan menyinari orang-orang di sekelilingnya.

Cak Samsul, demikian pertama kali saya mengetahui nama panggilannya saat pertama kali bertemu tahun 2017 lalu. Dia sangat terobsesi dengan GERAK. Ya, baginya ciri utama kehidupan adalah gerak.

“Hidup kita menjadi berarti bila ada gerak. Tentunya gerak yang bermakna adalah ketika bisa memberi manfaat bagi sesama. Merekam setiap jejak gerak adalah upaya memberikan contoh; baik dan buruk, menang dan kalah, sukses dan gagal. Untuk apa? Ini adalah pelajaran berharga bagi sesama, khususnya bagi para sahabat yang tengah berjuang memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri, berdaya saing, bermartabat, dan sejahtera.”

Kutipan pernyataan Cak Samsul tersebut menggetarkan hati saya. Betapa tidak, sejarah telah mencatat geraknya. Sebagian besar waktu Cak Samsul tercurah untuk membantu memajukan koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (K-UMKM).

“Merekalah tulang punggung penggerak ekonomi nasional. Mereka pun bagian terbesar dari penduduk negeri ini. Membantu memajukan mereka, berarti ikut membangun negeri ini.”

Samsul Hadi

Sungguh, belum pernah ada orang yang menyambut ‘newbie’ seperti saya dengan hangat saat pertama kali bertemu kecuali Cak Samsul. Energi geraknya langsung menular. Resonansi energi itulah yang menggerakkan saya hingga empat tahun ini.

Namun takdir berkata lain. Terlepas dari kabar sakitnya Cak Samsul, saya tidak menyangka bahwa secepat itu pula guyuran hujan deras menandai putusnya resonansi energi gerak kami petang ini.

Innalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Selamat jalan Cak Samsul. Mungkin resonansi energi gerak kita terputus. Namun, energi gerakmu kekal. Energi gerakmu telah beresonansi dengan ribuan pegiat pemberdayaan ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia. Artinya, kau tetap hidup bersama kami. []

(Visited 116 times, 1 visits today)

By Iyan Apt

Farmasis, Writerpreneur, dan Book Publisher @ Elfatih Media Insani

3 thoughts on “Tribute to Cak Samsul”
  1. *Innalillahi wa innailaihi rooji’uun, Allahumagfirlahu warhamhu wafihi wafu’anhu,*
    Turut berduka cita atas wafatnya *Cak Samsul Hadi*
    Semoga amal baiknya menjadikan pahala. Dan diampuni segala dosa & kesalahannya.
    Aamiin Yaa Robbal Alaamin.🤲🤲🤲
    Kenangan bersama cak samsul saat Forum Asean-China di Cambodia
    Salam kenal kepada penulis, sesama sejawat apoteker
    Bella, Apt. Womenpreneur

  2. Innalillaahi Wainna Ilaihi Rooji’uun, Semoga amal ibadah diterima Allah SWT dan diampuni segala salah-dosanya. Serta untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, kesabaran dan kekuatan iman. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin 🤲🤲🙏🏻🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *