Sebagai warga negara yang taat terhadap peraturan dan norma-norma yang ada dalam negara Indonesia, sepatutnya kita harus mengetahui dan mengenal lebih dalam tentang Ideologi Bangsa Indonesia yaitu Pancasila.https://bengkelnarasi.com/2021/06/05/imlementasi-nilai-pancasila-dalam-kehidupan-kampus/
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang telah tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pentingnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia menjadi pilar dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Pilar-pilar itu tercermin dalam kehidupan tiap-tiap nilai atau sila Pancasila. Penerapan atau implementasi sila-sila dalam Pancasila merupakan hal yang wajib dilakukan bagi tiap-tiap warga negara. Akan tetapi saat ini semakin lama pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila justru semakin memudar.

Pengaruh masuknya budaya asing dan perkembangan teknologi di tengah kehidupan masyarakat yang selalu diikuti tanpa adanya penyaringan atau seleksi merupakan salah satu penyebab semakin terkikisnya rasa patriotisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.

Bahkan teori-teori yang saya dapatkan selama perkuliah masih belum cukup. Apalagi selama masa perkuliahan saya hanya mendapatkan kuliah tentang Pancasila hanya satu semester.
Menurut saya, Pancasila hanya dijadikan suatu symbol tanpa adanya tindakan yang konkret bagi terwujudnya masyarakat yang berbangsa dan bernegara.

Pemahaman sekaligus implementasi Pancasila sangat penting bagi mahasiswa yang merupakan actor perubahan dalam pemerataan pembangungan.
Mahasiswa seharusnya menjadi roda penggerak implementasi Pancasila namun akhir-akhir ini semangat itu mulai terkikis dan jarang kita temukan. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas implementasi Pancasila dalam kehidupan kampus.


Pancasila dijadikan sebagai landasan hidup Bangsa Indonesia. Hal itu berarti, setiap nilai-nilai yang ada dalam sila Pancasila perlu dijadikan sebagai dasar dalam hidup bernegara. Dalam konteks gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 

Pada saat ini banyak sekali gerakan-gerakan gotong royong, gerakan-gerakan untuk membantu relawan-relawan yang terjadi di sekitar kita.
Mulai dari tingkat keluarga, RT/RW, dari pemerintah kota, sampai tingkat nasional dan ini bisa menjadi sebuah hal yang masuk dalam teks yang dibahas dalam pembelajaran sangat relevan, sangat bermakna.

Menggerakkan kebaikan di hati tiap orang untuk membantu melalui donasi dengan kekuatan media sosial.membuat pembelajaran project-based learning dan ujung-ujungnya memberi donasi kepada orang-orang yang tertimpa bencana COVID.
Nilai Nilai Pancasila yang Wajib Diketahui:
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pandangan hidup atau disebut ideologi didefinisikan sebagai kumpulan dari konsep sistem yang dijadikan asas, dasar pendapat, atau kejadian yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia.
Berikut ini nilai yang harus diketahui dalam Pancasila yang terdiri dari lima butir sila.

1. Sila Ke-1: Ketuhanan yang Maha Esa
Pertama ada sila Ketuhanan yang Maha Esa. Sila ini dilambangkan bintang berwarna emas dengan latar belakang hitam. Bukan tanpa makna, lambang ini menggambarkan bahwa bangsa Indonesia mengakui adanya Tuhan dalam kepercayaannya masing-masing.

Adapun warna emas pada bintang melambangkan gambaran sumber cahaya dari Tuhan yang menerangi Indonesia. Sila pertama ini mengandung nilai sebagai berikut:
1). Mengimani adanya Tuhan yang Maha Esa dengan mengikuti perintah dan larangannya
2). Saling menghormati dan menghargai pemeluk agama yang ada di Indonesia
3). Memiliki rasa toleransi dalam kehidupan beragama, salah satunya tetap memerhatikan kondisi sekitar dan tidak mengganggu ketertiban di tengah masyarakat kala menjalankan kegiatan beragama
4). Tidak memaksakan kehendak seseorang untuk menganut agama tertentu
5). Tidak mencemooh dan merendahkan agama orang lain.
2. Sila Ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua dilambangkan dengan rantai emas berlatar belakang merah. Nah jika Parents perhatikan, terdapat gelang rantai pada lambang ini yang bentuknya tidak sama dan terikat tanpa putus.

Bukan tanpa makna, ikatan rantai juga berbentuk lingkaran yang melambangkan pria dan bentuk persegi yang melambangkan perempuan. Sementara itu, rantai yang terikat tanpa putus adalah refleksi relasi rakyat Indonesia yang saling terikat dan mendukung sampai kapan pun.
Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesetaraan hak sebagai warga negara Indonesia.
1). Seluruh rakyat Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum, agama, dan negara
2). Menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang terdiri dari ragam suku, agama, ras, dan adat istiadat. Menghargai diwujudkan dengan
3). mengedepankan saling mencintai sesama, menumbuhkan sikap tenggang rasa, dan menjunjung tinggi kemanusiaan serta tolong menolong
4). Tidak ada perbedaan sosial antar masyarakat
5).Saling menghargai pendapat
6). Menjaga sopan santun dan budi pekerti di berbagai kondisi dan situasi
7). Tidak melakukan diskriminasi atau membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara sekalipun berbeda tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, dan lain sebagainya
8). Berani menyampaikan kebenaran dan menegur ssesama yang melakukan perilaku di luar adab dan etika kemanusiaan
9). Menjaga keseimbangan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban
10). Berpartisipasi di dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

3. Sila Ke-3: Persatuan Indonesia
Berbunyi persatuan Indonesia, sila ketiga dilambangkan dengan pohon beringin berlatar putih sebagai simbol negara Indonesia. Pohon beringin sendiri bermakna tempat berteduh dan kesatuan kendati masyarakat Indonesia sangat beragam.
Walaupun memiliki akar yang banyak, setiap akar selalu menyatu dalam pohon yang sama. Inilah nilai pancasila yang ada dalam sila persatuan Indonesia:
1). Senantiasa berjuang dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional
2). Mencintai tanah air dan mengutamakan kesatuan serta persatuan
3). Berjiwa patriotisme di manapun kaki berpijak
4). Mengutamakan kepentingan negara demi mewujudkan pembangunan nasional Indonesia
5). Mengesampingkan segala perbedaan karena kita sadar bahwa kita bertanah air yang satu, Indonesia
6). Mencintai dan mengonsumsi produk dalam negeri agar roda ekonomi domestik tetap berputar
Meningkatkan kreativitas dan inovasi diri untuk memajukan bangsa Indonesia
7). Memperluas pergaulan dengan orang-orang baru dari berbagai daerah.
4. Sila ke-4: Kerakyatan yang Dimpimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Menjadi sila yang bunyinya paling panjang, sila keempat berlambang kepala banteng berwarna hitam dan putih. Hewan bertanduk ini dilatari dengan warna merah menyala. Lambang ini menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia yang hidup rukun dan bersosialisasi satu sama lain.
1). Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat
2). Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
3). Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama yang diliputi semangat kekeluargaan, musyawarah ini dilakukan dengan akal sehat dan sesuai hati nurani
4). Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan
5). Menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum dan mengajak orang lain menggunakan hak pilihnya
6). Tidak melakukan paksaan pada orang lain agar menyetujui apa yang kita katakan atau lakukan, begitupun sebaliknya
7). Mengawasi, memberikan saran serta pendapat terhadap penyelenggaraan kedaulatan rakyat yang dilakukan pemerintah
5. Sila Ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Terakhir yaitu sila kelima yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila ini memiliki lambang padi dan kapas yang menggambarkan sumber sandang dan pangan rakyat Indonesia.
Sejatinya, lambang ini adalah gambaran tujuan bangsa Indonesia secara keseluruhan: menciptakan kesejahtaraan sosial tanpa adanya kesenjangan. Dalam hal ini kesenjangan di aspek sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Diharapkan sila ini dapat mendorong kita melakukan nilai berikut:
1). Menerapkan perilaku adil dalam hal ekonomi, sosial, dan politik
2). Mewujudkan keadilan sosial, adil, dan makmur dengan memberikan pertolongan kepada orang lain
3). Mendukung kemajuan dan pembangunan Indonesia
4). Berani memperjuangkan keadilan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain dalam membantu memperjuangkan keadilan
5). Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum
Dalam implementasi nilai nilai d kampus, sila pertama  di kampus heterogen dari berbagai agama di anut mahasiswa, mereka saling toleransi, dan saling menghormati.
Implementasi sila kedua, terwujud dengan nilai nilai kemanusian, anjang sana ke panti asuhan, tanpa membeda bedakan warna kulit ras mahasiswa dari berbagai suku, d seluruh Indonesia.

Sila ketiga diimplementasikan dalam wujud nasionalisme, dengan kegiatan kegiatan yang terkait dengan nilai sila ketiga, melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pemupuk nilai persatuan dan mencintai Indonesia.

Sila ke empat di wujudkan dengan kegiatan keorganisasian setiap ada masalah selalu di selesaikan dengan melakukan musyawarah mufakat.
Sila kelima, di implementasikan dengan menjunjung tinggi peraturan akademik untuk memupuk rasa keadilan sosial.

Keseluruhan kegiatan kegiatan di kampus sepatutnya selalu menjadikan nilai nilai pancasila menjadi bagian terintegrasi dari semua kegiatan dunia kampus baik pendidikan pengajaran, penelitian maupun pengabdian masyarakat, melalui TRI DHARMA Perguruan Tinggi,

Pancasila bukan untuk diperdebatkan kapan hari lahirnya 1 Juni atau 18 Agustus. Yang paling esensi adalah mengimplementasikan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari kita.
Wassalam
Makassar, 3 Juni 2024


Dr. Sudirman, S. Pd. M. Si.

Pancasila bukan untuk diperdebatkan kapan hari lahirnya 1 Juni atau 18 Agustus. Yangpaling esensi adalah mengimplementasikan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari kita.

sudirman muhammadiyah
(Visited 10,146 times, 10 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

14 thoughts on “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Kampus”
  1. Mantap pak..PANCASILA is the best
    Namun masih ada saja beberapa oknum, yg belum mengaplikasikannya. Entah,, kenapa,bagaimana dan seperti apa sehigga masih ada saja yang sengaja melencaeng dari nilai-nilai luhur PANCASILA yang seutuhnya.

  2. Sangat bagus materinya pak
    Tapi kita sebagai warga indonesia masih ada yg belum menerapkan nilai nilai pancasila .Malahan masih sangat melenceng jauh yang namanya menerapkan

      1. Sangat menambah wawasan tentang makna dari pancasila dari sila pertama sampai sila ke Lima terimakasih pak

  3. Dari perspektif nya saya itu Implementasi nilai-nilai pancasila pada dunia kampus; pendidikan sekarang ini menitip bahkan banyak dari mereka yang didalamnya tidak kaitkan setiap hal baik kegiatan non maupun ektrnal itu relatif minus. Kebijakan yang seharusnya bisa diambil dari mengimplementasikan nilai pancasila malah tidak terlaksana dengan baik. Acuh tak acuh seakan generasi sekarang ini serba bisa padahal kami mahasiswa masih banyak kekurangan dan perlau mentor bijak dan kompeten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.