Prawestika

Domu meminta bantuan Amalia, agar sumsum tulang belakang anaknya bisa diberikan pada Ucok jika sesuai. Domu juga mengatakan bahwa sebenarnya Ucok mempunyai saudara kembar, yang tidak lain adalah Keke. Domu memutuskan untuk membawa Keke bersamanya, dengan berat hati Diah melepaskan Keke.

Kesepian mulai merasuki kehidupan Diah. Untuk menghilangkannya Diah memutuskan menulis, menghasilkan sebuah karya. Diah juga membangun usaha barunya yaitu di bidang percetakan. Diah mulai menulis buku yang kisahnya tidak jauh berbeda dengan kehidupan yang telah ia alami, tetapi belum sempat ia terbitkan.

Suatu saat tanpa disengaja Diah bertemu dengan seorang ikhwan aktivis Qalam kampus di ITB yang bernama Martin Rahman. Pertemuannya itu berawal dari kesalahpahaman.

Ketika itu kampus ITB sedang mengadakan seminar, Martin mengira bahwa Diah adalah pembicara dalam seminar itu. Sejak saat itulah Diah bergaul dengan komunitas penulis, Qalam.

Suatu hari Martin Rahman menawari untuk menjadi manager promo buku perdana Diah. Diah pun menerima tawaran Martin, buku yang ia tulis ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat.

Diah kini disibukkan dengan acara promo, maka mulailah kebersamaan itu berlansung antara Diah dengan Martin Rahman. Kebersamaan itu ternyata menjadi gosip yang berkembang di masyarakat, karena sejak menulis dan menghasilkan buku kini Diah menjadi orang yang terkenal layaknya selebritis. Kejadian itu membuat Diah mengalami shock berat, hingga ia memutuskan untuk pergi keluar kota Bandung untuk menenangkan diri. Diah tidak memberi tahu siapapun, baik Amalia, Gamal, bahkan Martin.

Satu-satunya teman yang menemani Diah adalah Hanum, Hanum selalu memberi dukungan pada Diah. Bersama Hanum dan beberapa sukarelawan lainnya, Diah berusaha keras memberi pencerahan kepada para penghuni panti Jompo az-Zakia.

Di panti itulah Diah menenangkan diri untuk melupakan gossip dirinya dengan Martin. Panti asuhan az-Zakia akan mengadakan pagelaran seni. Rencana akan diadakan pagelaran sudah didengar oleh insan dari kalangan media yang ingin meliput dan mewawancarai para pemainnya.

Diah memberitahukan keberadaannya di panti jompo kepada ketiga buah hatinya, Nadia dan Butet memutuskan untuk pulang menemui Diah sekaligus untuk menyaksikan pagelaran seni yang diadakan panti tersebut. Malam harinya sebelum pertunjukan, Diah menerima pesan dari Martin.

Dalam pesannya Martin menyatakan ingin melamar Diah, namun Diah menganggap bahwa dirinya dan Martin banyak memiliki perbedaan. Jauh dari lubuk hatinya, Diah juga tidak bisa memungkiri bahwa sebenarnya ia pun memiliki perasaan yang sama dengan Martin.

Keesokan harinya ketiga buah hati Diah menyusul dengan mengendarai Bus, ternyata Domu juga ikut dalam rombongan tersebut. Di tengah-tengah semaraknya pagelaran seni, akhirnya Domu berhasil mendekati Diah. Domu menyatakan bahwa Lience pergi meninggalkannya, dan yang membuat Diah tercengang adalah berita kehilangan Keke. Sungguh Diah sangat merasa kesal pada Domu, mengapa saat itu dirinya tidak diizinkan merawat Keke.

Domu juga menyatakan keinginannya untuk kembali rujuk dengan Diah. Namun Diah tidak bisa menerima tawaran rujuk Domu mengingat apa yang telah Domu lakukan pada keluarganya.

Saat ini yang menjadi fokus perhatian bagi Diah adalah mencari keberadaan Keke. Diah tidak ingin memikirkan masalah asmaranya. Beberapa bulan kemudian, akhirnya Keke dapat ditemukan dan kembali, tinggal bersama Diah tentunya dengan ayah yang baru yaitu Martin Rahman.

Unsur Intrinsik Novel “Meretas Ungu”
1. Tema : lika liku kehidupan yang penuh dengan ujian
2. Latar : Cihideung, Bandung
3. Alur
a) Tahapan Permulaan

Permasalahan ini di awali dengan kedatangan Lience Tambayong ke rumah Diah Pramesti. Lience mengatakan bahwa Domu suami Diah telah menikah dengannya, dan hasil pernikahannya itu telah memiliki dua orang putra. Lience juga mengatakan bahwa Domu akan segera menceraikan Diah.

b) Tahapan Pertikaian

Setelah Diah mendengar apa yang telah Lience sampaikan, Diah merasa sangat terpuruk. Ternyata laki-laki yang telah ia kenal selama puluhan tahun adalah seorang lelaki asing, peristiwa itu sama sekali tidak disangkanya. Diah berusaha untuk menceritakan pada ketiga puterinya.

Ternyata ketiga puterinya merasakan hal yang sama dengan Diah, akan tetapi puteri pertamanya Nadia bahkan sangat membenci ayahnya setelah kejadian itu. Diah berusaha untuk mengendalikan perasaannya dan ketiga puterinya agar mereka tetap tegar dan ikhlas menerima ujian yang Allah berikan.

c) Tahapan Perumitan

Domu telah mendaftarkan perceraiannya pada pengadilan kota Bandung, selama proses perceraian itu Diah selalu berharap agar kehidupan rumah tangganya bersama Domu dapat diperbaiki kembali. Akan tetapi harapan Diah pun musnah bersamaan dengan keputusan hakim pada proses persidangan terakhinya, hakim telah emmutuskan bahwa Diah dan Domu resmi bercerai.

d) Tahapan Puncak (Klimaks)

Setelah Diah resmi bercerai dari Domu, ia semakin bertekad untuk memperbaiki kehidupannya bersama ketiga puterinya dan berusaha untuk lebih mandiri. Berkat ketegaran dan keikhlasan menghadapi ujian dari Allah, Diah dan ketiga puterinya mengalami banyak kemudahan.

Sebaliknya kehidupan rumah tangga Domu dan Lience Tambayong mengalami keterpurukan, usaha yang bangun oleh Domu ternyat mengalami kebangkrutan sampai akhirnya Domu jatuh miskin dan ditinggalkan oleh LIence Tambayong.

Di sisi lain Diah mencoba melatih kreativitasnya dengan mencoba menulis buku yang ia angkat dari kisah hidupnya. Pada suatu hari ia bertemu dengan Martin Rahman. Martin Rahman adalah seorang aktivis Qalam di Kampus ITB.

Diah jadi sering beriteraksi dengan para aktivis Qalam. Martin bersedia untuk menjadi manager promo untuk buku yang telah Diah tulis. Tanpa disangka buku pertama karya Diah telah mengalami beberapa kali cetak ulang. Intensitas kebersamaan Diah dan Martin menjadi semakin sering, akhirnya mereka berdua digosipkan oleh kalangan media massa. Diah tidak bisa menerima hal itu, ia pun memutuskan untuk mengasingkan diri dan beristirahat dari aktivitasnya.

Diah bersama Hanum tinggal di panti jompo az-Zakia. Pada suatu malam Diah menerima pesan dari Martin, bahwa Martin ingin mengkhitbahnya. Akan tetapi Diah tidak langsung menjawab keinginan Martin, karena ia berpikir terlalu banyak perbedaan antara dirinya dan Martin. Pada kesempatan lain, Domu datang ke panti jompo untuk memberitahukan bahwa Keke telah hilang dan keinginan Domu untuk kembali rujuk.

e) Tahapan Peleraian

Diah tidak menerima tawaran Domu untuk rujuk, karena mempertimbangakan apa yang telah Domu lakukan pada keluarganya. Akan tetapi Diah lebih memusatkan perhatiannya untuk mencari Keke.

f) Tahapan Akhir

Setelah buku kedua selesai ditulisnya, Diah berhasil menemukan Keke yang saat itu sedang derada di taman bersama Martin Rahman. Sebenarnya setelah Martin menjadi meneger promo bukunya, Diah sudah tertarik. Hanya saja Diah saat itu berusaha mengingkari perasaannya karena perbedaan umur dan status mereka berdua yang sangat jauh. Akan tetapi perbedaan itu kini bukan menjadi masalah karena keduanya saling mencintai dan Keke pun menginginkan sosok ayah seperti Martin.

Bersambung

(Visited 12 times, 1 visits today)

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 65 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: