Haekal Siregar – Penyunting Pipiet Senja

Buat yang benar-benar hobi mendaki gunung, biasanya tak peduli musim kemarau atau musim hujan, kaki terasa gatel untuk menggapai puncak. Nah, biar tetap aman dan nyaman dalam pendakian di musim hujan, berikut adalah tips yang bisa membantu kalian.

1.  Selalu bawa baju ganti kering

Sederhana, tapi ternyata kaget juga kalau kemaren ada yang lupa bawa baju kering dan terpaksa bermalam dengan baju basah… (ngelirik sebelah 😀 )

Pantangan berat nih!  Cuaca yang tidak terlalu dingin, kalau dilewati dengan baju yang basah akan langsung berinteraksi dengan tubuh dan menurunkan suhu badan kita.  Ini jadi semacam kerja sama parah antara suhu badan yang menurun, cuaca yang dingin, plus angin yang biasanya jadi aksesori pelengkap cuaca di musim hujan.  

2.  Bungkus semua dengan plastik

Bungkus semua! Termasuk mobil kalo mau dibawa.

Pernah kejadian, teman lebih memilih mengamankan agar-agar ketimbang sleeping bag (ngelirik sebelah lagi). Agar-agar dibungkus dengan plastik, sementara sleeping bag malah dibiarkan begitu saja. Akibatnya, ketika tas terkena basah, sleeping bag jadi kebanjiran, sementara agar-agar tetap kering.  

Di musim hujan, biar tak percuma bawa pakaian satu lemari, tetap harus dilindungi oleh plastik agar tidak kebasahan.

3. Gunakan sepatu, bukan sandal

Hujan=lumpur

Pakai sandal ketika berlumpur=putus

Gunung=tidak ada warung buat beli sandal ganti

Ajak aja si abang naek gunung sekalian 😀

4. Gunakan ponco ketimbang jas hujan

Walaupun sama-sama waterproof, ponco menyisakan ruang antara badan dengan lapisan ponco sehingga tubuh bisa tetap hangat. Sementara jas hujan menempel di badan dan berpotensi menyerap panas tubuh.  Lagipula, pengalaman selama ini, jas hujan kalau diterpa badai berjam-jam, biasanya tembus juga ke baju bagian dalam.

5. Tidak perlu terlalu memaksakan diri

Badai, tanah longsor, pohon tumbang, potensi sambaran petir, cuma beberapa dari potensi bahaya mendaki ketika hujan lebat.  Kalau merasa tidak yakin akan keamanan perjalanan, lebih baik tidak usah memaksakan diri.

Usahakan selalu bertanya kepada penduduk sekitar terkait keamanan perjalanan nanti. Setiap gunung biasanya memiliki karakteristik masing-masing, jadi tidak bisa menggunakan ‘pengalaman’ di gunung lain untuk merasa pasti terhadap keamanan gunung yang akan kita jalani saat ini.

Misal, di Gunung Gede, mungkin perlu hujan badai parah baru kita mulai mempertimbangkan pembatalan perjalanan. Tapi di Gunung Guntur yang jalurnya terbuka, sekali sambaran petir sudah cukup untuk kita mempertimbangkan pindah gunung ke Gunung Cikuray.

6. Gunakan tongkat pendakian

Tanah yang licin sewaktu pendakian bisa diatasi dengan tongkat pendakian (atau kayu terdekat di samping kamu). Intinya, ini adalah alat bantu untuk menjaga keseimbangan ketika melewati jalur-jalur yang licin ketika terkena hujan.

7. Selalu flexible

Sejak awal pendakian, kita sudah punya bayangan akan buka tenda di pos/shelter mana. Tapi dalam kondisi musim hujan, selalu fleksible dalam rencana perjalanan. Kalau cuaca makin parah, kabut mulai turun, badan mulai basah, sangat disarankan untuk langsung saja buka tenda sambil menunggu cuaca membaik.  Saran yang lebih praktis adalah selalu membawa flysheet atau ponco berukuran besar sehingga bisa digunakan sebagai bivak secara cepat.

8.  Bawa penyerap air

Untuk mempermudah proses pengeringan sepatu yang basah, bagian dalam tenda, atau apapun yang perlu dikeringkan, sangat disarankan untuk membawa bahan-bahan penyerap air.  Jadi misalnya tenda kita bocor karena tidak punya flysheet dan dibeli di minimarket terdekat dengan harga semurah-murahnya (nyindir diri sendiri 😀 😀 ), bisa dengan mudah mengembalikan kenyamanan dan kekeringan barang-barang kita dengan bahan penyerap air tersebut. 

Bahan-bahan yang disarankan:

–  Spongebob

–  Koran

–  Kanebo

Or…. you know… just bring them all!

Berikut tambahan lengkap dari temanku.

Bagi sebagian besar pendaki, musim hujan adalah sebuah kabar buruk. Kenapa? Karena mendaki pada musim hujan memiliki resiko yang cukup tinggi. Intensitas kecelakaan pun rawan sekali terjadi. Untuk itu, sebelum kamu memutuskan melakukan pendakian saat musim hujan, ada baiknya kamu simak 18 tips mendaki gunung pada saat musim hujan berikut ini.

1. Pilihlah Gunung yang Tepat untuk Memudahkan Pendakianmu

Ketika mendaki saat musim hujan, kamu wajib memilih gunung yang mudah untuk didaki. Dalam hal ini, kamu sebaiknya memilih gunung yang terbilang rendah, yang waktu tempuh ke puncak dan perjalanan turunnya singkat.

Ini bertujuan untuk mengatisipasi bila cuaca tiba-tiba memburuk, kamu bisa langsung segera turun. Selain itu, kamu juga bisa tektok tanpa harus mendirikan tenda.

Pada saat musim hujan, biasanya beberapa jalur pendakian pun akan ditutup. Hal ini dikarenakan kondisi cuaca yang benar-benar tidak memungkinkan untuk melakukan pendakian. Oleh sebab itu, kamu juga wajib mencari tahu informasi tentang status dari jalur pendakian yang bakal kamu lalui nantinya.

Selain mencari informasi tentang status buka tutupnya jalur pendakian, kamu juga wajib memilih jalur pendakian yang kiranya mudah untuk dilalui. Hindari jalur-jalur yang beresiko tinggi, seperti jalur yang sangat terjal, tekstur tanah yang berlumpur, dan rawan kecelakaan.

2. Hindari Barang Bawaan yang Berlebihan

Mendaki di saat musim hujan biasanya beban barang bawaan kita akan semakin bertambah. Hal ini bisa kamu atasi dengan membawa barang-barang yang benar-benar diperlukan selama pendakian. Kamu tidak perlu membawa barang-barang yang hanya membebani keberlangsungan pendakianmu.

3. Cek kondisi tenda

Jika kamu berencana mendirikan tenda pada saat pendakian, kamu wajib mengecek kondisi tenda pada saat melakukan persiapan. Pastikan tenda yang akan kamu gunakan dalam kondisi baik, mulai dari frame, layer, pasak, dan sebagainya.

Oh iya, jangan lupa menggunakan tenda double layer dengan frame yang kuat dan tidak mudah patah ya. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan tenda ketika diterpa badai.

4. Bawa Flysheet

Kamu juga wajib membawa flysheet jika ingin mendirikan tenda. Flaysheet berguna untuk melindungi tendamu dari guyuran hujan yang deras. Flysheet dapat menjaga kelembapan tendamu agar tidak dingin maupun basah. Pastikan flysheet tersebut menutupi tendamu secara keseluruhan.

5. Bawa Jas hujan

Melakukan pendakian di saat musim hujan, kamu tentu wajib membawa jas hujan. Tanpa saya harus jelaskan, kamu pasti sudah tahu fungsinya untuk apa. Yah, untuk menjaga tubuhmu tetap kering saat sedang mendaki di jalur pendakian. Gunakan jas hujan yang kuat dan tahan air.

6. Pakai Pakaian dengan Kemampuan Quick Dry

Selain jas hujan, kamu juga wajib menggunakan pakaian yang memiliki kemampuan quick dry. Pakaian quick dry adalah pakaian yang cepat kering ketika terkena air. Gunanya agar kamu tidak perlu membawa pakaian ganti terlalu banyak.

7. Kuasai Teknik Layering yang Tepat

Sangat penting menggunakan teknik layering saat pendakian di musim hujan. Teknik ini berfungsi untuk mengatur temperatur tubuhmu sesuai dengan lapisan yang kamu kenakan.

Ada tiga lapis yang wajib kamu ketahui dalam teknik layering atau layering system. Lapisan pertama base layer, lapisan kedua insulating layer, dan lapisan terakhir shell layer.

8. Bawa Pakaian Ganti Ekstra

Apabila kamu  tidak tidak memiliki pakaian dengan kemampuan quick dry, kamu wajib membawa pakaian ganti ekstra. Ini untuk mengantisipasi jika pakaian yang kamu kenakan terkena hujan dan susah untuk dikeringkan, kamu bisa menggantinya dengan pakaian ganti yang kamu bawa.

9. Lapisi Tas Bagian dalam dengan Trash Bag

Tidak semua jenis tas pendaki memiliki kemampuan waterproof atau tahan air. Ketika hujan deras menghampiri, tas yang kamu gunakan bisa saja basah kuyup.  Oleh karena itu, kamu wajib melapisi bagian dalam tasmu dengan trash bag. Ini berguna untuk menjaga isi tasmu tetap kering meski tas yang kamu gunakan terkena hujan.

10. Gunakan Dry Bag

Selain menggunakan tas yang dilapisi trash bag, kamu juga bisa menggunakan dry bag. Dry bag adalah tas yang berbentuk silinder layaknya tabung.

Bahan dari dry bag menggunakan bahan PVC atau tarpaulin yang kurang lebih sama dengan bahan perahu karet. Hanya bedanya pada ketebalan. Tas ini sangat cocok untuk menyimpan benda-benda penting seperti alat elektronik dan sebagainya.

11. Gunakan Sepatu Kedap Air

Salah satu bagian tubuh yang cukup berpengaruh mengatur suhu tubuh adalah telapak kaki. Telapak kaki begitu cepat menyerap suhu dingin. Ketika telapak kakimu telah menyerap suhu dingin, temperatur tubuhmu akan ikut dingin.

So, saat melakukan pendakian pada musim hujan, kamu wajib menggunakan sepatu kedap air. Ini berfungsi untuk menjaga kakimu agar tetap hangat.

12. Gunakan Gaiters

Jika kamu memiliki budged lebih, ada baiknya kamu membeli gaiters. Gaiters memiliki fungsi melindungi kakimu dari bagian engkel ke atas.

Pada saat musim hujan, tentu banyak sekali binatang sejenis pacet di jalur pendakian. Nah, untuk mengurangi serangan dari binatang tersebut, kamu dapat menggunakan gaiters.

13. Gunakan Trekking Pole

Trekking pole sangat membantumu dalam menjaga keseimbangan pada saat melakukan trekking. Alat sejenis tongkat ini bisa mempemudah langkahmu ketika menghadapi tanjakan atau turunan yang licin. Selain itu, trekking pole juga bisa dijadikan sebagai tiang penyangga untuk mendirikan tenda darurat dari flysheet.

14. Pantau Informasi Prediksi Cuaca dari BMKG

Sebelum melakukan pendakian, kamu wajib untuk selalu memantau informasi perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan mengecek perkiraan cuaca, kamu akan semakin mantap dalam mengantisipasi dan mengambil keputusan dengan tepat. Apabila cuaca benar-benar tidak memungkinkan, kamu dapat membatalkan atau menunda pendakian tersebut.

15. Hindari Pendakian Malam Hari

Pendakian saat musim hujan akan lebih aman jika dilakukan pada siang hari. Ketika mendaki di siang hari, kamu akan lebih mudah melihat jalur pendakian, sehingga resiko tersesat dapat diminimalisir.

Berbeda jika kamu mendaki pada malam hari, kamu akan sukar melihat jalur dengan jelas. Ditambah lagi jika turun kabut tebal, tentu resikonya akan lebih besar.

16. Waspadai Petir

Yang paling rawan ketika mendaki di musim hujan adalah petir. Untuk menghindari resiko sambaran petir, janganlah beristirahat atau mendirikan tenda di tengah-tengah hamparan sabana yang luas. Jika ingin berlindung di dekat pohon, pastikan pohon tersebut bukanlah pohon tertinggi di kawasan tersebut, karena pohon yang paling tinggi rawan kesambar petir.

Selain itu, janganlah bersentuhan langsung dengan benda-benda yang bisa mengantar listrik. Contohnya seperti benda-benda logam, ponsel, radio, dan sebagainya.

17. Buat Parit Mengelilingi Tenda

Sesudah menedirikan tenda, jangan lupa membuat parit di sekelilingnya. Kedalaman parit minimal mencapai 10 cm. Parit yang dibuat ini berfungsi sebagai jalur aliran air sehingga lokasi di mana tendamu berdiri tidak digenangi air yang bisa saja menerobos masuk ke dalam tenda.

18. Jangan Memaksakan

Apabila semua sudah disiapkan dengan matang, namun cuaca benar-benar tidak mendukung, janganlah dipaksakan. Ketahuilah bahwa masih ada waktu lain yang lebih aman untuk melakukan pendakian. Jangan sekali-sekali menantang alam. Utamakan keselamatan.

@@@

(Visited 52 times, 1 visits today)

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 65 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: