Exif_JPEG_420

Pipiet Senja

Sejak minggu silam batuk itu mulai menyerang. Setiap kali batuk akan disertai; uhuk uhuk preeet.

“Manini, ini sampai ada 16 sudah Qania hitung,” komentar cucuku saat bantu menilap baju bersih.

Sebenarnya sejak kemari. Sudah niat untuk pergi ke UGD RSUI.

“Emamg berani Manini sendirian masuk UGD?” tanya Qania ketika kuberi tahu rencanakan.

“Beranilah kan sudah sering.begitu sendirian setor muka ke dokter.”

Kulihat wajahnya langung mendung.

“Mànini tega, iiih!” Gumamnya sambil ngeloyor ke kamarnya.

Batal. Satu hari pun berlalu.

Hari ini akhirnya nekad mau ke UGD RSUI sendirian. Cucuku biar kutitipkan ke Mbak Sri. Sesaknya yang tak tahan!

Baru teringat belum curhatan dengan sahabatku, dokter Prita RS JIH.

“Untuk batuknya sementara buah pir kuning…”

Luar biasa dokter satu ini. Di tengah kesibukannya masih sempat menuliskan resep alami.

Buah pir kuning :

  1. cuci bersih
  2. Belah 2
  3. Tengahnya yg pas biji dikeruk
  4. Masukkan sepotong jahe ke dlm lubang kerukan
  5. Kukus sampai empuk. Angkat
  6. Setelah hangat, daging buahnya dimakan. Bisa juga ditambah madu
    Belahnya melintang, jangan membujur. Ada banyak video ttg ini. Saya sdh nyoba 3x

“Nanti ada perawat yang akan datang ke rumah.”

Dikirimkannya Suster Yanti untuk pasang inhalasi dan cek darah.
Rasanya plooòong setelah dipasang inhalasi.
Tensi pun membaik 142/77.

Asalnya sampai 220/100. Beruntunglah tak sampai stroke.
Ya Robbana banyak berzikir, jangan sampai dijemput dulu.

Tak terbayang bagaimana hebohnya Qania, jika mendadak lihat Manini tak ada napasnya.

Terima kasih dokter Prita, Suster Yanti dan si kecil Azka. Pahala surga untuk Anda berdua.
Semoga berlimpah rezeki dan barokah.

(Visited 11 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 67 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.