Pipiet Senja

Sejak sosok kemeja putih
Nyungsep di gorong-gorong
Kecurangan kardus digembok
Ketakadilan merajalela
Semesta dusta menebar
cakrawala Indonesia

Bègeraklah wahai anak bangsa Indonesia
Injak kuat-kuat bumi pertiwi
Jangan pernah lepaskan
Merah putih dari tanganmu

Kita sudah muak bersabar diri
Martabat diinjak-injak oligarki
Kehormatan dilecehkan mata-mata sipit
Alih-alih dibela aparat
Sebaliknya mereka bersatu
Membangun pasukan penindas bangsa sendiri

Bergeraklah wahai anak bangsa Indonesia
Lihatlah!
Betapa arogannya mereka
Yang pegang wewenang
Siapapun yang berani
Rintangi perjanjian dengan setan
: Awas kami buldoser!

Patutlah digelari manusia tolol
Bajingan
Kodok ngorek
Kodok ngorek
Semakin berjanji sampai berbusa
Tiada satu pun ditepati

Bergeraklah wahai anak bangsa Indonesia
Saatnya kini
Detik ini
Kita bersatu
Bagai para pejuang 45
Mengacungkan tinju
Berbekal bambu runcing
Melawan penjajah bangsa

Hanya satu pilihan kita
Lawan!
Meskipun harus menjadi debu
NKRI harga mati
Merdeka!
Allahu Akbar!

Depok, 24 September 2023

(Visited 6 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 67 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.