Oleh: Gugun Gunardi*

Sudah tidak asing lagi siapa H. Rhoma Irama, yang mendapatkan julukan ‘Raja Dangdut’. Beliau adalah legenda kreator musik Indonesia, yang menggagas sekaligus melahirkan satu warna musik Indonesia, yang terkenal hingga mancanegara, yaitu Musik Dangdut. Beliau yang mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C), dan juga Profesor dari salah satu universitas di Negeri Paman Sam, adalah pendiri Soneta Group, yang warna musiknya tentu saja ‘Dangdut’.

Hingga saat ini, Soneta Group sudah berusia 50 tahun (didirikan sekitar tahun 1973-an). Suatu usia yang sangat panjang, bagi sebuah group musik. Sampai saat ini, yang masih hadir melantunkan lagu-lagu dangdut bersama Soneta Group, adalah Sang Vokalis, sekaligus pendiri, penggagas, dan pencipta lagu-lagu dangdut, yaitu H. Rhoma Irama. Beliau sudah menciptakan lagu, sekitar 800 lagu, dengan warna musik dangdut. Sementara banyak group musik seangkatan Soneta Group sudah berguguran, group yang didirikan H. Rhoma Irama, sampai saat ini masih eksis. Suatu prestasi yang luar biasa.

Sangat beralasan jika para penggemarnya, di seantero Negeri Indonesia dan di luar negeri begitu setia mendukung kehadiran Fans Rhoma Irama dan Soneta (FORSA). Suatu komunitas penikmak musik Dangdut, yang dikomandoi sendiri oleh Sang Idola, yakni H. Rhoma Irama. Yang kemudian FORSA ini, merambah ke kabupaten dan kota, serta provinsi. Sehingga berdirilah FORSA di tingkat Kabuparen dan Kota, juga tingkat Provinsi.

Para pionir FORSA di kabupaten dan kota, serta provinsi, yang terkenal sangat militan mendukung dan mengidolakan Sang Legenda ‘Raja Dangdut’, H. Rhoma Irama, mereka tidak hanya sekedar mengidolakan Sang Raja Dangdut. Tetapi, ada usaha untuk memelihara dan melestarikan lagu-lagu yang diciptakan Sang Legenda. Yang lirik-liriknya sarat dengan nuansa Ketuhanan, moral, kasih sayang, pendidikan etika (karakter), rasa bersyukur, persatuan, asmara yang terpuji, serta rasa cinta tanah air.

Beranjak dari pemikiran dan kesadaran akan pentingnya melestarikan dan memelihara karya anak bangsa, kreasi musik Bangsa Indonesia. Maka para pionir, para ketua FORSA kabupaten dan kota, serta provinsi se-Indonesia, mewujudkan pemeliharaan dan pelestarian karya anak bangsa tersebut, lewat kompetisi lagu-lagu karya H. Rhoma Irama. Kompetisi ini dilaksanakan, mulai tingkat kabupaten dan kota, kemudian melangkah di tingkat provinsi. Lalu, puncaknya, dilaksanakan di tingkat pusat, dan yang menjadi Ketua Dewan Jurinya adalah Sang Pencipra lagu-lagu, yaitu Prof. Rhoma Irama. Kompetisi ini diberi nama dengan nama komunitas Fans Rhoma Irama dan Soneta, yaitu FORSA IDOL.

Para pamiarsa sudah sangat maklum, bahwa kata ‘Idol’ bersinonim dengan kata ‘idola’, atau yang dipuja ‘pujaan’. Jadi, melalui kompetisi ini memiliki misi, mencari untuk melahirkan idola atau pujaan yang dapat diterima oleh FORSA, di dalam hal melantunkan lagu-lagu karya Sang Legenda, H. Rhoma Irama.

FORSA Kabupaten Bandung, yang disingkat menjadi FORKABAN. Dipimpin oleh seorang lulusan perguruan tinggi, dari fakultas Ekonomi, yaitu Dindin Satria, S.E.. Kang Dindin bersama rekan-rekannya, mengelola FORSA IDOL di tingkat Kabupaten Bandung. Dewan Juri yang ditugaskan mengevaluasi kemampuan olah vokal peserta, telah meloloskan seorang peserta yang memiliki talenta nuansa Dangdut yang masuk kriteria yang ditetapkan oleh FORSA. Anak yang bertalenta ini bernama ‘Kanita’, berusia 13 tahun. Ia adalah anak seorang petani di sebuah desa di Kabupaten Bandung, yaitu Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari.

Dengan talentanya yang terbilang sangat baik, Ia berhasil meraih Juara 1 FORSA IDOL, Kabupaten Bandung, yang dilaksanakan pada tanggal 17 September 2023 (hari Minggu). Prestasi ‘Kanita’ sebagai anak daerah dan anak seorang petani, tidak berhenti sampai di tingkat Kabupaten. Pada hari Sabtu, 30 September 2023, Ia pula yang berhasil meraih Juara ke-1 FORSA IDOL di tingkat Provinsi Jawa Barat. Suatu hal yang sangat membanggakan, seorang anak desa dan anak petani meraih FORSA IDOL di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Puncak prestasi ‘Kanita’ – anak perdesaan dan anak seorang petani ini, ditulis dengan tinta emas, yaitu ditorehkan pada hari Sabtu, tanggal 7 Oktober 2023, di Gedung Kesenian dan Kebudayaan Tebet Jakarta Selatan. Ia berhasil menempati posisi ke-2 (juara ke-2), pada Kompetisi FORSA IDOL Tingkat Pusat, atau Tingkat Nasional, dengan Dewan Juri, turun langsung Sang Legenda Dangdut, Sang Raja Dangdut, Prof. Dr. Rhoma Irama. Suatu hal yang sangat membanggakan, Kabupaten Bandung Meraih Prestasi Lewat ‘Kanita’ Forsa Kabupaten Bandung (FORKABAN).

Selamat buat ‘Kanita’, semoga kerja keras ‘Kanita’ ini dapat menular kepada para pemuda Kabupaten Bandung khususnya, dan para pemuda Tatar Sunda (Jawa Barat) pada umumnya.

Raihlah sesuatu yang positif melalui seni, olah raga, pendidikan, dan sebagainya, demi masa depan yang lebih baik.

*Dosen Tetap Fasa Unfari.

(Visited 160 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.