Oleh: Gugun Gunardi*

Musik dangdut merupakan musik hasil inovasi dan kreativitas anak bangsa Indonesia. Memang di dalam musik dangdut ada pengaruh dari musik India, yaitu pada alat perkusinya yang bersuara “dang… dut, dang… dut”, tetapi menurut para pengamat dangdut, suara perkusi tersebut sangat berbeda dengan suara yang dihasilkan oleh ‘Tabla’ India. Belakangan perkusi dangdut, terlihat lebih biasa menggunakan tamtam.

Menurut beberapa pengamat musik, pada awal kemunculannya, dangdut lebih banyak disukai oleh masyarakat akar rumput. Oleh sebab itulah, musik ini sering dianggap sebagai musik yang mewakili masyarakat akar rumput. Hal ini dapat dilihat dari para penonton dan tempat pelaksanaan konser, yang lebih sering dilaksanakan di tempat-tempat, yang memungkinkan masyarakat akar rumput menyaksikan konser tersebut.

Dapat dimengerti, apabila masyarakat akar rumput, sampai saat ini lebih menyukai lagu-lagu dangdut. Oleh karena, lirik-lirik pada lagu-lagu dangdut lebih menggambarkan situasi sosial yang terjadi di masyarakat pada umumnya, dan diksi (pilihan kata) pada lirik lagunya, mudah dipahami, karena menggunakan diksi sehari-hari. Begitupun birahma musiknya sangat mendukung suasana sosial masyarakat kita. Musik dangdut lebih menonjolkan gambaran hidup keseharian; tentang Ketuhanan, tentang kepasrahan, tentang asmara terpuji, tentang pengabdian kepada orang tua, tentang bahayanya adu domba, tentang bahayanya judi, tentang bahayanya minuman keras dan narkotika, dan sebagainya.

Oleb karena kemudahan untuk memahami diksi lirik lagunya, beserta dengan nuansa sosial budaya, yang dideskripsikan lewat nusiknya, maka lagu-lagu dangdut sampai saat ini disukai oleh masyarakat akar rumput. Demikian pun yang terjadi pada para siswa SMP dan SMA di perdesaan, mereka cenderung lebih menyukai lagu-lagu dangdut.

Adalah seorang murid SMP 2 Kertasari, Kabupaten Bandung, bernana Kanita tercatat sebagai siswa berprestasi di bidang seni. Ia belajar menyanyi lagu dangdut lewat YouTube dan siaran televisi. Keinginan untuk belajar menyanyi kepada seorang guru nyanyi, bukan tidak ada. Namun kondisi sosial ekonomi keluarganya, membatasi ruang gerak untuk ia berlatih kepada guru menyanyi. Karena, Bapaknya adalah seorang buruh tani, yang tentu saja sangat terbatas untuk anaknya (Kanita) belajar menyanyi selain sekolah umum (SMP).

Kanita, anak bungsu dari tiga bersaudara, dalam aktivitas sehari-hari sebagai seorang pelajar SMP 2 Kertasari, secara otodidak Ia berlatih dan menghapalkan lagu-lagu dangdut yang disukainya. Tidak terlintas di dalam pikirannya, untuk dapat menorehkan prestasi dari kebiasaan menyanyikan lagu dangdut dalam kesehariannya. Namun kebiasaan itu, sekadar pelepas kepenatan dari kegiatan formal di SMP, tempat ia menambah pemgetahuannya. Segalanya berjalan dalan kesukaannya di dalam menyalurkan talenta seninya.

Tetapi, usaha dan kerja keras, serta kesukaan di dalam berkesenian lewat lagu dangdut, tidak membohongi hasilnya. Bermula dari Fans Rhoma Irama dan Soneta (FORSA) Idol (idola atau pujaan), yang diselenggarakan oleh FORSA Kabupaten Bandung, Kanita mencoba untuk berkompetisi dengan yang lain, di dalam kemahirannya melantunkan lagu dangdut karya Bang Rhoma Irama. Ternyata usaha dan kecintaannya terhadap lagu dangdut karya Bang Rhoma Irama, mengantarkan Kanita memperoleh juara ke-1 dalam kompetisi tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 17 September 2023.

Ketua FORKABAN Dindin Satria, S.E., dengan dibantu oleh seorang stafnya, yaitu Pak Budi, tentu saja berusaha seoptimal mungkin, mempersiapkan Kanita untuk berkompetisi di tingkat FORSA Provinsi Jawa Barat. Hasilnya pun tidak menghianati usaha dan kerja keras tim yang mendukung Kanita dari FORKABAN. Pada kompetisi di tingkat Forsa Idol Provinsi Jawa Barat, Kanita tampil lagi sebagai Juara ke-1. Sungguh membanggakan sekaligus mengharukan, seorang anak buruh tani dari perdesaan menunjukkan talenta seni yang luar biasa. Kegiatan Forsa Idol Tingkat Provinsi dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 September 2023.

Kanita yang memenangkan kompetisi di tingkat provinsi, selanjutnya mengemban tugas untuk berkompetisi di tingkat nasional, atau di Forsa Idol Pusat yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023. Tim Forsa Idol Jawa Barat, yang terdiri dari Ketua Forsa Jabar Rahman Efendi, S.I.P. seorang pengelola bimbingan tes, Ketua Forsa Kabupaten Bandung Didin Satria, S.E., seorang wiraswastawan, serta pelaksana teknis Budi mematangkan kemampuan melantunkan lagu dangdut karya Bang Rhoma Irama, untuk Kanita. Selain persiapan teknis, dengan bergotong-royong, Tim juga mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan Kanita untuk tampil pada kompetisi Forsa Idol tingkat Nasional.

Sekali lagi, usaha dan kerja keras serta konsistensi, tidak menghianati hasil. Kanita seorang anak gadis desa, yang baru berusia 13 tahun anak seorang buruh tani, menorehkan catatan dengan tinta emas. Kanita berhasil menempati Juara ke-2 pada Kompetisi Forsa Idol di tingkat Pusat (Nasional). Ia berhasil memenuhi harapan para pendukungnya baik di Kabupaten Bandung, maupun di Jawa Barat. H. Kuswanto sebagai Ketua Forsa di tingkat nasional, tidak tanggung-tanggung di dalam menggolkan Forsa Idol tingkat pusat. Beliau menghadirkan Sang Raja Dangdut Rhoma Irama, dalam Tim Dewan Juri. Kehadiran Sang Raja Dangdut Prof. Dr. (HC) Rhoma Irama sebagai evaluator kompetisi, tentu saja sangat meningkatkan kualitas para juara yang dinobatkan di Forsa Tingkat Nasional, termasuk tentu saja Kanita.

Ternyata kesederhanaan kehidupan keluarga, tidak selalu menunjukkan kelemahan. Hal ini sudah dibuktikan oleh Kanita, seorang anak bungsu dari tiga bersaudara, dan bapaknya yang beprofesi sebagai seorang buruh tani, dapat berprestasi di tingkat nasional, lewat kompetisi Fans Rhoma Irama dan Soneta (FORSA) Idol. Selamat buat Kanita, semoga hari-hari berikutnya Kanita dapat menorehkan prestasi lebih baik lagi. Jangan takut untuk bermimpi meraih bintang, jika kita berusaha dan bekerja keras untuk meraihnya. []

*Dosen Tetap Fasa Unfari.

(Visited 96 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.