Oleh: Yuni Daswanti*

Siapa yang tidak percaya dengan takdir? Pertemuan dan perpisahan itu adalah takdir yang sudah dirancang oleh Sang Kuasa. Pertemuan denganmu merupakan sebuah takdir bagiku karena akan merubah mindsetku untuk menuangkan rasa dan pikiranku lewat pena. Sudah lama memimpikan bisa bertemu dengan orang hebat yang menginspirasi sepertimu. Kisah ini diawali saat masuknya surat di WhatsApp tentang “Workshop Menulis bagi Guru.” Menangis hati ini melihat surat tersebut karena namaku tak tercantum di dalamnya. Padahal aku ingin sekali ilmu ini karena banyak goresan yang sudah menjerit memintaku untuk menarikan pena di kertas kosong.

Hal ini tidak bisa kumulai karena tidak berani untuk menggoreskannya. Aku takut tulisan yang kugoreskan itu salah. Rasa kurang percaya diri selalu menghantui dan memaksaku untuk diam dan membeku. Suara hati yang seharusnya kurangkai kata demi kata di kertas putih terpaksa kudiamkan. Hal ini diakibatkan karena belum bertemu sang inspirator sepertimu.

Pertemuan ini adalah takdir yang indah dan berharga bagiku. Bertemu denganmu menerangkan gulita yang selama ini menyelimutiku. Aku belum paham bagaimana menulis buku, aku juga belum punya ilmu bagaimana menulis yang baik dan benar. Awal yang terlintas di pikiranku adalah menulis itu sulit karena harus menguasai semua EYD dan tata bahasa. Begitu sulit rasanya untuk memulai. Ternyata setelah bertemu dengan sang inspirator menulis Indonesia Bapak Ruslan Ismail Mage, serta merta dapat menerangkan gulitaku selama ini. Aku mengutip kalimat beliau, “Aku butuh tulisan yang salah, karena semua tulisan yang dikirim pasti tidak betul semua”. Mendengar itu aku terbangkit dari tidurku.
Beliau juga mengatakan dengan tulisan kita bisa menembus batas-batas kota, dunia, bahkan benua. Jasad kita bisa boleh mati tetapi pikiran dan gagasan kita bisa abadi selamanya dalam buku. Hanya tulisan yang bisa menembus kemacetan lalu lintas pikiran pengambil kebijakan, memasuki naluri pejabat-pejabat besar. Aku ingin seperti itu. Bisa menjadi penulis terkenal seperti beliau. Aku ingin gagasanku terus bisa dibaca dan menggerakkan orang lain untuk melakukan hal baik dalam hidupnya.

Terima kasih pak RIM yang telah hadir di tengah-tengah kami yang haus ilmu menulis. Bersedia membimbing dan membuka cakrawala pemikiran kami untuk terus berimajinasi menuangkan ide, gagasan dan pemikiran menjadi sebuah kata, kalimat, paragraf dan cerita. Ajari aku untuk bisa sepertimu, dikenal banyak orang dan selalu menginspirasi orang lain untuk selalu berkarya. Aku berjanji untuk menuangkan semua pemikiran dan hati ini untuk selalu berkarya ke depannya. Aku akan mulai menulis yang inspiratif. Aku akan menjadi guru penulis. Terima kasih bapak RIM. Aku akan habiskan kertas berim-rim untuk menulis rasa dan impianku.

*Kepala UPT SDN 02 Pasar Baru Pesisir Selatan

(Visited 29 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Inspirasi Daerah

Inspirasi Daerah memuat narasi pemerintahan daerah seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: