Oleh: Artati Latif*

Sejak kutinggalkan bangku SMA sebagai remaja putri yang polos beranjak dewasa tahun 1995, aku mulai berpetualang mandiri melanjutkan studi di sebuah perguruan tinggi negeri tetangga daerah kami yaitu Politeknik Pertanian di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kala itu di
Kabupaten Pangkep.

Dan sejak namaku teregistrasi sebagai mahasiswa di kampus tersebut, aku mulai berkenalan dan berasosiasi dengan lingkungan kampus yang diawali dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus yang sangat meresahkan dan mengesankan. Karena kegiatan OSPEK tsb yang membentuk kepribadian dan karakter diri sebagai mahasiswa.

Perkenalan dengan sesama mahasiswa baru tentunya membawa suasana dan nuansa akademis yang penuh tugas kuliah, diskusi, seminar, praktek dan kegiatan akademik lainnya. Dalam beberapa bagian tersebut membawa berbagai kenangan dan kesan selama menjalani dunia kampus yang seakan tak pernah dilupakan. Hingga pada puncaknya penyelesaian tugas akhir, PKP dan ujian akhir sebagai tanda bahwa kami mahasiswa akan berakhir status kami sebagai mahasiswa.

Selama durasi waktu tiga tahun menjalani perkuliahan, kami di yudisium dan disematkan toga dan baju kebesaran wisudawan sambil diserahkan ijazah tanda lulus dan mendapat predikat wisudawati terbaik jurusan TPHP pada acara sidang senat terbuka dan menandai berakhirnya masa kuliah di Politani Pangkep. Ketika itu tahun 1998, tepat 25 tahun silam suatu moment yang paling krusial dan menyedihkan dibenak kami mahasiswa karena bertepatan lengsernya Presiden Soeharto atau pemerintahan rezim orde baru oleh para kawan mahasiswa.

Sejak menjalani status sebagai alumni perguruan tinggi perikanan, oleh para rekan sejawat yang tersebar diberbagai daerah dan lintas profesi berinisiatif menyelenggarakan temu alumni atau bahasa sekarang disebut Reuni. Event reuni kami lakukan pada hari sabtu (14/10/2023), sebagai ajang pertemuan para alumni sejak 25 tahun terdaftar sebagai mahasiswa perguruan tinggi Politani Pangkep. Para sahabat dan kawan angkatan kami menyebutnya sebagai Reuni Perak. Setelah sekian lama berpisah dan dipertemukan kembali sesama para alumni, dosen dan tenaga akademik lainnya terutama lingkungan kampus yang penuh dengan pesona habitasinya.

Reuni adalah hal yang banyak dinantikan ketika lama tidak bertemu dengan sahabat, teman kuliah atau teman seperjuangan di masa lampau. Dengan reuni, banyak cerita yang bisa dibagikan. Baik kisah sedih atau senang bisa jadi topik hangat kala reuni. Membagikan kenangan di masa lalu dan cerita seru yang telah terjadi adalah hal yang menyenangkan. Tidak heran jika akhirnya banyak yang menyelenggarakan reuni untuk melepas rindu.

Mengutip buku Jondri Akmal (2019), definisi reuni adalah pertemuan kembali (bekas teman sekolah, kawan kuliah, dan sebagainya) setelah berpisah cukup lama. Secara lebih luas, reuni adalah momen bersatu kembali, yang dulu satu pernah berpisah dan kini reuni bersatu kembali. Kegiatan yang dilakukan peserta reuni tidak lepas dari mengingat kembali atau bernostalgia tentang hari-hari kuliah dulu, dengan detail bercerita tentang apa yang terjadi dengan masing-masing mereka sejak berpisah dan berpencar.
Kehidupan yang berjalan membuat setiap orang memiliki nasib yang berbeda-beda. Hal tersebut juga terkadang menjadi perbincangan dan topik yang hangat saat reuni.

Reuni bukan sekadar kegiatan kumpul-kumpul tanpa tujuan. Ada manfaat yang tak terduga dari kegiatan kumpul bareng teman lama. Manfaat reuni seperti :

  1. Mengaktifkan Memori Otak
    Reuni berfungsi untuk memutar longterm memori di hippocampus pada otak. Hal ini adalah salah satu upaya mencegah penyakit alzheimer atau kepikunan yang memang satu saat kelak menghampiri tiap orang, cepat atau lambat.
  2. Memperbaiki Fungsi Otak
    Reuni ternyata mampu memperbaiki fungsi nucleus accumbens, yaitu bagian otak yang mengurus kesenangan. Ketika bertemu teman lama yang sefrekuensi, otomatis kesenangan akan dirasakan dan ini baik untuk tubuh.
  3. Mempererat Hubungan
    Tentu saja tujuan dan fungsi reuni selanjutnya adalah mempererat hubungan antar teman. Keakraban akan kembali terjalin setelah sekian lama berpisah dan tidak bercengkerama dalam waktu lama.
    Reuni adalah kegiatan kumpul bersama teman lama yang sayang untuk dilewatkan. reuni ternyata cukup ampuh memperbaiki mood dan fungsi otak.

Itulah sebabnya mengapa reuni perak 25 tahun ini kami laksanakan, kami adalah alumni yang termasuk unik kala itu karena kami masuk dengan nama Politeknik Pertanian Universitas Hasanuddin dan kami lulus dengan nama Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, karena kala itu Politani Negeri Pangkep yang awal pendiriannya masih merupakan bagian dari Universitas Hasanuddin, suatu tonggak sejarah baru dalam perjalanan Politeknik Pertanian Negeri UNHAS dicapai dengan adanya Surat Keputusan Mendikbud Nomor : 083/O/1997 yang menetapkan kemandirian Politeknik Pertanian Negeri UNHAS untuk tidak lagi berada di bawah naungan universitas, tetapi berdiri sendiri sebagai sebuah institusi setingkat perguruan tinggi. Pada tanggal 26 Juni 1998, Politeknik Pertanian Negeri UNHAS secara resmi berdiri sendiri dan berganti nama menjadi Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan.

Rasa yang sama untuk waktu yang lama mengandung arti walaupun kita telah lama terpisah dan dipertemukan kembali dalam reuni perak 25 Tahun PP-NP VIII, rasa itu tetap sama,rasa yang penuh dengan kasih sayang seperti saudara, rasa yang penuh dengan kerinduan, tetap dekat, tetap akrab, tetap terjalin tali silaturahmi, rasa itu tetap sama seperti waktu kuliah dulu.Wajar saja idiom yang berlaku bagi mahasiswa adalah kuliah, pesta dan cinta.

Pangkep,14 Oktober 2023

*PPL Desa Lalabata, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru.

(Visited 183 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.