Pipiet Senja

Anakku
Kutahu persis hari ini
Adalah ulang tahunmu ke 42
Biarkan kukenang kembali
Jelang melahirkanmu

Dinihari itu mendadak terbangun
Dalam bingung dan bimbang
Dengan kunjungan sosok itu
Membawa luka bernanah
Nun di lubuk hatiku terdalam

Masih saja meragukan ibumu ini
Bahkan meski telah bersumpah
Di bawah Al Quran
: Jika dia bukan darah dagingku
Biar celaka dan matilah kau!

Berpuluh tahun telah berlalu
Kini engkau telah memberi 4 cucu
Berikut kebanggaan tak teperi
Hidupmu gelimang sukacita bersama keluarga
:Adakah engkau masih mengenang
Pedih perih dukalara masa lalu kita?

Kutahu persis hari ini ulang tahunmu, Anakku
Tengoklah barang sejenak ibumu

Aku rindu semangatmu
Bahasa cadel balitamu
Cerita perkasa remajamu
Semangat kebapakanmu
Cita-cita dan harapanmu
Nan tak kunjung padam

Kutahu persis hari ini ulang tahunmu, Anakku
Telah berbulan kita tak jumpa
Tengoklah barang sejenak ibumu
Aku rindu tiada bertepi

RSCM, 17 November 1981
RSUI, 17 November 2023

(Visited 30 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 67 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.