Arham Rasyid – Penyaji Pipiet Senja

Semalam kedatangan tamu, abang ipar dari Morowali. Bermotor lintas provinsi bertiga bersama anaknya, dengan waktu tempuh kurang lebih 7 jam. Nginap di rumah, lalu siang tadi anaknya yang kecil disunat istri saya.

Tapi saya gak akan ngebahas anak yang disunat. Ntar dikira endorse terselubung lagi. Wkwk…

Kali ini saya mau bahas kakaknya, yang duduk di boncengan belakang itu. Remaja 15 tahunan, usia SMA lah kira-kira.
Sejak kecil si kakak ini mondok di pesantren sederhana yang dibangun bapaknya di atas laut, kepulauan Salabangka. Sudah sering saya posting soal pondok ini.

Nah, anak ini bisa dibilang definisi anak yang membawa berkah bagi orang tua. Sudah hafal Alquran 30 juz, mutqin 15 juz. Tau dong ya artinya mutqin. Kuat hafalannya, meski dibolak-balik.

Beberapa bulan yang lalu, anak ini juara satu di MTQ kabupaten Morowali.

Cabang lomba yang dimenangkannya juga cukup rumit. Bukan tartil atau hifdzil, melainkan fahmil.
Fahmil ini paling banyak ruang lingkupnya. Jadi gak sekadar hafal, tapi juga tau kandungan ayat, Hadits, Ulumul Hadits, Fiqih, Sejarahnya, Bahasa Arabnya, Mengartikan ayat kedalam Bahasa Indonesia, dll.

Alhamdulillah dapat hadiah umroh dari Bupati.
Tapi namanya juga anak-anak, masih polos begini, hadiah umrohnya dikasih ke bapaknya, dengan syarat barter motor. Bapaknya menyanggupi, dan berangkatlah bapaknya bulan November lalu.
Bapaknya tentu gak bisa menahan rasa haru.

Belasan tahun jadi ustadz ngurus pondok, belum pernah sekalipun umroh. Giliran dapat panggilan umroh malah hadiah lungsuran dari anak. Masya Allah. Ada saja jalannya.

Sempat penasaran gimana tipsnya anak ini bisa Hafizh sampe 30 juz dan terjaga hafalannya. Padahal kalo saya lihat semalam tetap nonton youtube dan main game.

Hingga tadi subuh saya perhatikan, usai sholat dia langsung pegang mushaf, merem melek dan gak istirahat sampai masuk waktu syuruk. Setelah itu baru bebas main.
Ooh, masya Allah ternyata ini resepnya.

Mungkin karena saat subuh itu memori otak masih fresh untuk save ayat demi ayat. Wallahualam.

Apapun tips dan metodenya, tetap salut sih. 15 tahun loh ini. Ya Allah, saya di usia 15 tahun ngapain aja ya? Ngapalin westlife? Take that? Atau Michael learn to rock?

Murojaah i want forget the way your kisses feeling so strong were lasting for so long? Atau berburu album Pesta rap? Hiks.

(Visited 26 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 67 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.