Grup Perjuangan – Penyaji Pipiet Senja

Ada status bahas sekilas tentang PRRI dan Permesta. Dikomentari oleh seseakun ngasal, tanpa baca sejarah agaknya.

Ini yang pernah saya baca dari buku sejarah militer milik almarhum Bapak Mayor CHB SM.Arief, Prajurit Siliwangi pejuang ’45.

Entah benar tidaknya. Karena belakangan ketika saya keliling Indonesia, ada kudengar sbb;
Orang Sumatera menyangkal jika PRRI disebut pemberontak.
Orang Sulawesi juga menyangkal jika Permesta dianggap pemberontak.

Pemberontakan PRRI dan Permesta
Begini dari Grup Perjuangan.

Permesta adalah sebuah gerakan yang bersifat militer yang terjadi pada 1957 hingga 1960 di kawasan Sumatera dan Sulawesi.

Gerakan Permesta mula-mula berasal dari Kota Makassar, sebagai ibu kota Sulawesi Selatan. Setelah dukungan yang tampak memudar, gerakan ini pula berpindah ke Manado, Sulawesi Utara.

Pemberontakan PRRI dan Permesta yang terjadi di Sumatera dan Sulawesi yang disebabkan oleh adanya hubungan yang kurang harmonis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Hal itu dikarenakan jatah keuangan yang diberikan oleh pemerintah pusat tidak sesuai anggaran yang diusulkan. Hal tersebut menimbulkan dampak ketidakpercayaan terhadap pemerintah pusat.

Selanjutnya dibentuk gerakan dewan yaitu: Dewan Banteng di Sumatera Barat dipimpin oleh Letkol Ahmad Husein Dewan Gajah di Sumatera Utara dipimpin oleh Letkol Simbolon Dewan Garuda di Sumatera Selatan Letkol Barlian Dewan Manguhi di Sulawesi Utara dipimpin oleh Letkol Ventje Sumual Pemberontakan PRRI dan Permesta Puncak pemberontakan PRRI dan Permesta terjadi pada tanggal 10 Februari 1958, Ketua Dewan Banteng mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah pusat.

Isi ultimatum tersebut adalah menyatakan bahwa Kabinet Djuanda harus mengundurkan diri dalam waktu lima kali 24 jam (lima hari). Setelah menerima ultimatum tersebut, pemerintah pusat bertindak tegas dengan cara memberhentikan Letkol Achmad Husein secara tidak hormat.

Oleh karena ultimatumnya ditolak pemerintah, pada 15 Februari 1958, Letkol. Ahmad Husein mengumumkan berdirinya PRRI kemudian diikuti oleh pengumuman Permesta pada 17 Februari 1958 di Sulawesi.

Untuk menumpas pemberontakan PRRI/ Permesta, pemerintah melancarkan operasi militer gabungan yang diberi nama Operasi Merdeka, dipimpin oleh Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat. Operasi ini sangat kuat karena musuh memiliki persenjataan modern buatan Amerika Serikat.

Terbukti dengan ditembaknya Pesawat Angkatan Udara Revolusioner (Aurev) yang dikemudikan oleh Allan L. Pope seorang warga negara Amerika Serikat. Pada 29 Mei 1961, Ahmad Husein dan tokoh-tokoh PRRI lainnya akhirnya menyerah.

Akhirnya, pemberontakan PRRI dan Permesta baru dapat diselesaikan pada bulan Agustus 1958, dan pada tahun 1961 pemerintah membuka kesempatan bagi sisa-sisa anggota Permesta untuk kembali Republik Indonesia pemerintah melancarkan operasi militer.

(Visited 17 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 67 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.