Oleh: Arham Arif

Anugrah terindah itu ketika Yang Maha Kuasa masih memberikan kesempatan untuk melangkah menapaki hal-hal yang baru, walau terkadang di perjalanan kenangan asyik merayu dengan memori indahnya dan bahkan sampai pada penyesalan.

Namanya juga kenangan, di sana bukan hanya bunga mawar yang tubuh subur, terkadang ada juga bunga bangkai tumbuh subur di sana. Sebagai perindu kenangan dan pengutuk penyesalan, rasanya ingin mengulang semuanya tapi apalah daya tidak ada yang mampu memutar waktu untuk mengulang masa yang telah terlewati. Mungkin ada hal menjadi penyesalan dalam setiap langkah dalam menapaki hal baru yang menjadi kenangan di kemudian hari, itu merupakan sebuah kesyukuran karena dengan penyesalan itu akan menjadi petunjuk jalan terbaik agar tidak terjatuh pada lubang penyesalan yang serupa, dengan begitu kesadaran bahwa mengutuk diri dengan menyalahkan takdir bukanlah jalan terbaik karena masih banyak hal bermanfaat yang bisa dilakukan.

(Visited 30 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.