Grup Perjuangan – Penyaji Pipiet Senja

Pemilu ini, pertarungan gerakan di bawah permukaan..bukan di grup WA dan medsos.

Operasi daratlah yang menentukan akhir kemenangan dari sebuah sebuah perang.

Perang via medsos, hanyalah operasi udara dunia maya semata, yang bisa saja mempengaruhi persepsi publik.
Namun operasi darat, adalah pasukan infanteri di lapangan yang menentukan akhir sebuah pertempuran dan perang, makanya infanteri adalah Queen of the Battle.

Namun pasukan tsb harus ada bantuan tembakan dari detasemen artileri medan, dan kavaleri, agar tak banyak jatuh korban yang berjatuhan.

Intinya seluruh operasi dalam sebuah perang, tetap bertumpu pada operasi intelijen.

Makanya hadist Nabi menyebut “alkharbu khid’ah”. Karena politik adalah perang tanpa darah, dan perang adalah politik dengan darah, kata Carl von Clauzewits.

Mao Tse Tung menyebut kemenangan perang bertumpu pada operasi gerilya, desa mengepung kota.

Gerilya juga terbagi dua, ada total gerilya, ada hit and run. Indonesia, saat kemerdekaan, pernah diserbu sekian Divisi Pasukan Inggris, dengan melibatkan detasemen Gurkha yang terkenal tangguh di segala medan, mereka memiliki alutsista lengkap, darat, laut dan udara.

Namun dorang kalah di Surabaya, karena ada spirit pada rakyat yang melawan secara kolektif, hanya dengan modal Resolusi Jihad Para Kyai (KH Hasyim Ashari dan KH Chasbullah Wahab) yang ikut membentuk lasykar seperti Hizbullah dll.

Tercatat dua orang brigadir jenderal Inggris tewas, di Morokrembangan dan Jembatan Merah, Surabaya, di tangan milisi sipil yang justeru
terlatih baik secara militer tsb, dan hanya dipimpin seorang anak muda Bung Tomo, dengan modal pekikan Allahu Akbar dan Merdeka Ataoe Mati

Lewat siaran radio pemberontak, 3 orang tukang becak jalan Tunjungan Surabaya, dengan gagah berani menaiki puncak Hotel Yamato, eks Hotel Oranje (Hotel Majapahit skrg), merobek bendera Belanda, walau tewas ditembus peluru Belanda.

Lalu pada 1947 dan 1948, Indonesia secara resmi diserbu Militer Belanda pada Agresi I dan II, dengan mengerahkan 200,000 pasukan militernya.

Namun perlawanan gerilya “hit and run” dari Sudirman yang sementara sakit paru-paru berat dan rakyat, berhasil melumpuhkan militer Belanda, hingga Panglima KNIL, Jenderal Simon Hendrik Spoor pun tewas tertembak oleh pasukan gerilya, pimpinan Kapten Maraden Panggabean di Sumatera Timur (Sumut)

Pemilu adalah tak lepas dari campur tangan kepentingan asing dan aseng, atas SDA Indonesia yang sangat kaya.

(Visited 19 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 67 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.