Pipiet Senja

Kenangan Bersama Cucuku: Ahmad Zein Rasyid Siregar
Pipiet Senja

Ahmad Zein Rasyid Siregar cucu pertama Pipiet Senja.
Hari Ini genap umurnya 11 tahun 8 Oktober 2006 _8 Oktober 2017. Aku punya cucu pada umur 49 tahun, ketika senior seniorku kebanyakan belum menikahkan anaknya. Mereka tak percaya kalau aku bilang sudah punya cucu saat itu.

Banyak kenangan bersama cucuku yang satu ini. Sering dititipkan ibunya yang sibuk dengan adiknya Zein.

Pertama masuk TK pun bersamaku di TK Sukmajaya. Zein pintar sekali Matematika. Suka menyendiri dan asyik dengan dunia imajinasi.

Pernah dia punya cita-cita mau jadi Profesor Robot.
“Kenapa Profesor Robot?” tanyaku penasaran.
“Biar bisa bikin Robot. Nanti Manini dijadikan Robot saja, biar gak mati mati,” sahutnya saat Balita.

Terakhir dia bilang mau jadi YouTuber saja.

“Biar banyak uang nanti Manini bisa berobat ke mana mana,” kilahnya sambil asyik dengan laptopnya.

Saat saya keluar dari ICU pertama kalinya pasca operasi limpa, 2009.
Zein bilang dengan mimik serius sekali.
“Manini kalau mau mati, harus bilang-bilang dulu sama Zein, ya. Awaaaas kalau gak bilang!” Saat itu Zein sudah duduk di Taman Kanak-Kanak.

Sekarang Manini tidak bisa melihatmu setiap saat. Kita berjauhan entah di mana engkau berada kini.

Semalaman Manini hampir tak bisa tidur memikirkanmu , mengenang dirimu sambil mendoakanmu bercucuran air mata.

Itulah makanya Manini sulit menulis ucapan ultahmu.

Semesta doa Manini di mana pun engkau berada Zein sayang. Jadilah anak soleh perkasa dan dimudahkan semua urusanmu terwujud cita-citamu.

Semoga kita masih diberi kesempatan ketemu sebelum Manini tak punya waktu lagi.
Al Fatihah

NB: Kemarin tiba-tiba ada WA dari Tanah Suci Mekkah. Zein sedang Umroh. Alhamdulillah tabarakallah, berkah senantiasa hidupmu ya cucuku: Ahmad Zein Rasyid Siregar. Jadilah lelaki sejati, pemimpin bangsa yang amanah dan mumpuni.

(Visited 56 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 67 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: