Litdigramadan

Bulan suci Ramadan selalu disambut gembira oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Bulan yang datang hanya sekali setahun. Sejak zaman dahulu kala sampai sekarang hampir tidak ada yang berbeda pelaksanaan ibadah ibadah ramadan. Ibadah puasa, buka puasa (iftar) shalat tarwih, bersedeqah, tadarus Al Quran, berzikir, berdoa, tahajjud dilakukan oleh kaum muslimin selama bulan Ramadan.

Sumber gambar : Brilio.net.

Adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi beberapa dekade terakhir ini, sedikit banyak mempengaruhi jalannya pelaksanaan ibadah di bulan ramadan. Berbagai macam piranti keras (hardware) dan piranti lunak (software) dalam bentuk aplikasi digital dimanfaatkan dalam pelaksanaan ibadah ramadan dan juga diluar bulan ramadan.

Literasi Digital Ramadan mengacu pada kemampuan seseorang untuk menggunakan teknologi digital dengan efektif dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari hari di bulan Ramadan. Literasi Digital Ramadan mencakup pemahaman tentang bagaimana menggunakan perangkat digital seperti komputer, smartphone, tablet, dan perangkat lainnya, serta kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, mengelola, dan berbagi informasi terkait ibadah ramadan, secara online dengan bijak.

Sumber gambar ; freepik.com via Pinterest

Kaum muslimin pada masa lalu, terkadang kesulitan menentukan batas waktu menahan atau dikenal dengan istilah ‘imsak’ pada saat sahur menjelang shalat subuh. Orang orang dulu mengatakan jika kita sudah bisa membedakan yang mana benang putih dan yang mana benang merah, maka waktu imsak pun telah masuk. Pada zaman dulu, bunyi ayam berkokok di Radio RRI Makassar, juga sebagai penanda waktu imsak tiba. Sekarang ini, berdasarkan penentuan jadwal shalat dan buka puasa, oleh pihak yang berwenang (Kementerian Agama) maka waktu imsak pun sudah dapat ditentukan secara tepat jauh sebelum ramadan dimulai. Daftarnya pun dengan mudah kita bisa unduh (download) baik pada laptop, tablet maupun handphone.  

Dulu, pada bulan Ramadan, ceramah agama biasanya sebelum shalat Tarwih dan sesudah shalat subuh. Kaum muslimin juga dapat menyimak ceramah dari para Dai melalui siaran Radio dan kemudian lewat siaran Televisi. Sekarang diera digital, dengan mudah kita bisa mengakses ceramah agama. Hampir semua Dai, atau pemuka agama Islam memiliki kanal (chanel) Youtube. Kanal kanal ceramah tersebut bukan hanya satu arah, namun pemirsa bisa berinteraksi dengan Dai-nya dengan bertanya lewat kolom komentar, atau bahkan ketika sang Dai ceramah secara langsung (live). Berbagai format nasehat agama, hadist, ayat ayat suci Al-Quran juga dengan mudah muncul di gawai kita, baik yang berupa film pendek (reels, shorts) maupun yang lengkap. Pembacaan ayat ayat suci di Youtube juga banyak, tinggal pilih, mau surah apa saja, atau doa doa apa saja. Pembaca Al-Quran-nya juga bisa dipilih, mau orang Indonesia, Arab, Pakistan sampai orang Afrika pun ada.

Sumber gambar : screetshoot from Youtube chanel

Membaca Al-Quran di bulan Ramadan juga sangat dianjurkan. Selain membaca mushaf atau Al-Quran cetakan, kita juga dengan mudah bisa membacanya lewat gawai; laptop, tablet maupun handphone. Banyak aplikasi Al-Quran tersedia di Play Store atau Google Store. Tinggal pilih saja, mau yang lengkap dengan tafsirnya (artinya), dengan bacaan huruf latinnya, ataupun dengan blok warna tajwid dan juga hafalan. Kita juga bisa memilih, membaca perlembar, atau per-ayat. Kalau misalnya kita ragu pengucapannya, maka suara pembacanya bisa kita putar dan dengar lansung dari gawai kita. Bagusnya lagi, kalau misalnya mata kita sudah agak rabun, maka ayat ayat suci itu bisa di perbesar (di zoom) sehingga jelas kita baca. Kita juga bisa menandai (bookmark) sampai dimana bacaan kita, sehingga ketika membuka aplikasi lagi, maka langsung membawa kita ke ayat terakhir yang kita baca.

Berpergian saat bulan Ramadan, maupun diluar bulan ramadan dan ingin menunaikan shalat namun bingung arah kiblat? Tersedia pula banyak Aplikasi kompas arah Kiblat yang bisa diunduh. Tinggal buka aplikasinya dan dengan tepat menunjukkan arah kiblat. Berada disuatu kota dan ingin shalat di Masjid namun tidak tahu lokasi masjid? Gunakan Google Map. Pada bilah pencarian, ketikkan kata ‘masjid’ , maka akan muncul lokasi masjid terdekat lengkap dengan rute ke lokasi dan jaraknya.

Sumber gambar : freepik.com via Pinterest

Bagi ibu ibu yang ingin mempersiapkan hidangan buka puasa maupun sahur, dengan mudah dapat mengakses resep resep pada berbagai format web, baik lewat web site kuliner, blog, whattpad bahkan pada media sosial seperti Facebook dan Instagram. Bahkan bisa langsung dipraktekkan jika mengakses video masak masak lewat kanal Youtube.

Bersedekah juga sangat dianjurkan di bulan ramadan. Di era digital sekarang ini, dengan mudah kaum muslimin dapat bersedekah baik kepada individu maupun kepada lembaga lembaga sosial, seperti panti asuhan dan lain lain. Dengan hanya menggunakan M-banking, kita bisa bersedekah. Bahkan dengan hanya memindai (scan) barkode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang tersedia di beberapa masjid dan lembaga sosial, sedakah kita langsung ke rekening penerima.

Satu lagi hal yang dulu ramai dibulan Ramadan, namun di era digital sekarang ini sudah mulai berkurang. Rombongan anak anak muda yang biasa keliling kampung atau komplek perumahan untuk membangunkan orang untuk makan sahur dengan menggunakan berbagai alat musik seadanya. Di era digital sekarang ini, hampir semua orang memiliki handphone yang bisa berfungsi sebagai alarm. Kapan waktu untuk bangun bisa ditentukan sendiri, dan nada dering juga bisa dipilih, mau menggunakan lagu lagu religi, musik instrumental, atau dengan suara sendiri yang telah direkam sebelumnya… semua bisa.

Sumber gambar : freepik.com via Pinterest

Kartu Lebaran yang dulu begitu ramai diperjual-belikan menjelang hari raya, kini jarang ditemukan lagi. Kartu kartu digital kini berseliweran di gawai kita dalam berbagai format. Bukan hanya kartu lebaran yang ada dalam bentuk digital, bahkan ucapan menyambut Ramadan pun ada. Dengan mudah, kita dapat membuat kartu kartu digital dengan menggunakan template yang tersedia pada banyak aplikasi desain.

Namun dibalik semua kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini, kita juga perlu hati hati dalam pemanfaatannya. Mengakses gawai setiap saat, menonton reels, shorts, video video pendek lainnya, bisa saja mengurangi pahala puasa kita. Apalagi jika kontent yang muncul sangat tidak islami. Membaca Al-Quran lewat handphone juga dengan cepat bisa melelahkan mata kita. Membaca mushaf Al-quran (cetakan) tetap jauh lebih afdhal. Begitu pula penggunaan kode QRIS pada sebuah lembaga sosial, bisa saja telah diganti oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga uang sedekah kita bukan ke orang atau lembaga yang dimaksud tetapi ke rekening seorang penipu, seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Kaum muslimin perlu hati hati dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital di bulan suci ramadan ini. Karena pada dasarnya teknologi itu hanya sarana yang bersifat netral, tergantung siapa yang menggunakannya. Bisa digunakan untuk tujuan yang positif bisa juga yang negatif. Disinilah perlunya literasi digital, bagaimana kita memanfaatkan teknologi digital dengan sebaik baiknya, sehingga dapat menambah wawasan keilmuan dan keislaman kita terutama dibulan ramadan yang penuh berkah ini.

tt
(Visited 11 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: