Oleh: Rosmawati*

Dalam hidup ada banyak hal yang tersembunyi dan menjadi tabir yang tidak terbaca. Hanya cahaya terang yang bisa menyingkap apa yang tersirat dalam setiap episode.

Namun ada kalanya kita harus diam untuk memaknai kamus kehidupan, membisu mendengarkan suara alam, mencari jati diri dalam senyap, mengakui khilaf dan berharap termaafkan.

Menepis ego dan tidak selalu mencari pembenaran diri, seperti halnya keakuanku, semoga dengan berjalannya waktu ada hikmah dalam proses berbenah dan berharap Ramadhan ini melahirkan hijrah diri untuk melanjutkan episode berikutnya hingga nantinya menuju keabadian.

Pintaku ya Allah, bukalah tabir cahaya-Mu hingga hati kami bisa selalu mendapatkan rahmat-Mu.

*Penulis adalah pegiat dan pencinta literasi Kolut

(Visited 16 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: