Pipiet Senja

Ahmad Zidan Rasyid Siregar, cucu Manini ke-5. Hari ini dia ulang tahun ke-9. Anaknya si sulungku ini termasuk jenius; IQ 135.

Umur dua tahun sudah bisa membaca. Hafal peta dunia, nama-nama Ibukota di Indonesia dan mancanegara. Beberapa surah pendek, sholatnya berjamaah.

Kini Zidan kelas 3 SD dengan Homeschooling, karena begitu maunya. Meskipun demikian, Zidan mudah bergaul. Oya, sekarang sudah bisa sholat sendiri dengan tumaninah.

Kepada Manini, dia sangat perhatian dan sayang sekali.Tiap Manini muncul di rumahnya, Zidan akan teriak sukacita. Kemudian disalami dan dipeluklah Manini, erat – erat.

“Manini kok lama banget baru ke sini lagi?”

“Iya nih, Manini hebohan terus di rumah sakit,” sahutku lugas.

“Tambah darah terus, ya Manini?”

“Ya, maklum Mbah Drakuli.”

Dia menatapku dengan tatapan iba. Tiba-tiba dia berkata:”Manini, kalau mau gameover harus bilang-bilang dulu sama Zidan, ya, pliiiìis….”

“Memang mau diapakan sama Zidan?”

“Mau dibikin robot, biar gak mati-mati.”

“Aduuuuh! Teganya, teganya!”

“Canda Manini, wakakakka….”

Lain kali tiba-tiba Zidan berkata serius sekali.

“Manini, kalau sudah tua mah harus nurut saja sama anak, cucu ya!”

“Mengapa begitu?”

“Kemarin Zidan denger ada teman. Omanya gak pulang-pulang. Kayaknyà nyasar, sudah pikun, katanya. Makanya tolong, harus nurut sama anak cucu, yaaauw….”

Giliranku kepingin ngakak, lucu-lucu geli begitu. Aku tahan begitu rupa, tetapi tak urung ngakak juga diam-diam di kamar mandi. Wakakakaka!

Selamat Ultah ya Zidan gagah. Jadilah anak soleh, bijak dan jenius, mumpuni serta tercapai cita-citamu: Menjadi Jenderal.dan Profesor Robot, katanya

Semesta Doa Untukmu, Wahai Zidan.
Depok, 23 April 2015 – 23 April 2024

(Visited 18 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 67 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.