Judul narasi diatas, adalah kalimat sederhana yang terucap dari seorang sosok Pemuda yang namanya tidak begitu familiar di Kabupaten Kolaka Utara. Namun siapa sangka namanya terkenal di Mancanegara, khususnya saat bicara tentang ekspor kakao.

Beberapa waktu lalu dosen kami di Intens Muhammadiyah Kolut. Menyampaikan perihal mata kuliah yang mereka ampuh saat ini di semester 2, dan merencanakan untuk mencari praktisi pelaku usaha untuk bisa memberikan edukasi terkait materi tentang pemasaran suatu produk.

Kebetulan juga dosen yang lain saat ini mengajar di semester 4 perihal mata kuliah administrasi bisnis dan didalamnya belajar tentang manajemen pemasaran. Wah ini moment yang tepat pikir kami, untuk melakukan proses pembelajaran diluar kelas.

Akhirnya kami bersepakat untuk mengunjungi salah satu perusahaan yang saat ini telah go Internasional. Namanya CV. Afnan Syariah. Usahanya bergerak dibidang jual beli coklat lalu melakukan ekspor ke beberapa negara diantaranya Amerika Latin dan China.

Jalan-jalan sambil belajar. Menjadi kata yang pas untuk menggambarkan kegiatan kunjungan belajar kami ke arah utara pusat kota Lasusua. Tepatnya di Desa Lelehao Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara.

Sesampainya kami dan Mahasiswa disana. Kami tidak pernah membayangkan didaerah kami hadir sebuah unit usaha yang mungkin tidak begitu terkenal di daerah kami sendiri, namun namanya telah dikenal di mancanegara. Luar biasa gumam kami.

Seorang pemuda sederhana, menyambut kami saat berkunjung kelokasi tersebut. Meskipun tamunya banyak, namun kesan humanis itu muncul tatkala kami telah tiba ditempat tersebut. Ternyata beliau adalah Owner dari Perusahaan CV. Afnan Syariah.

Namanya Ruslin. Seorang pemuda yang terus menjaga kejujuran dan konsistensinya. “Kerjasama itu dapat dilakukan saat kita Berbuat”. Kalimat tersebut yang dibuktikan oleh seorang Ruslin. Tidak ada yang tidak mungkin katanya dan jangan pernah bilang tidak mampu.

Menurut cerita beliau sebelum sampai ketitik ini. Pak Ruslin pernah berada difase dimana, bahkan bayar air dan listrikpun tidak mampu dibayarnya. Cerita Pak Ruslin, saat penagih datang, Pak Ruslin sengaja meninggalkan rumah dan menuju rumah tetangganya. Hehehe ternyata ketemu juga dengan penagih tersebut yang kebetulan juga berada di rumah tetangga saat itu.

Pak Ruslin harus berjuang sendiri karena ia tidak terlahir dari keluarga yang bergelimang harta, tahta dan jabatan. Setelah menyelesaikan studynya di Makassar, ia balik ke kampung tempatnya dibesarkan di Watunohu dan menjadi tenaga honorer di kantor kecamatan tempat ia berdomisili.

Kendaraan saja. Pak Ruslin tidak punya. Sehingga katanya ia harus bangun lebih pagi dan menunggu teman sekantornya yang lewat untuk sekadar tebengan sampai ke kantornya. Rutinitas tersebut yang Pak Ruslin geluti selama menjadi tenaga honorer.

Bagi beliau, semua orang ingin sukses diusia muda. Tapi tidak banyak yang memiliki keberanian untuk melakukan hal-hal gila kata Pak Ruslin.

Berbekal pengalamannya dibidang ITE yang ia tuntaskan semasa kuliah. Pak Ruslin kemudian banting stir mencoba peruntungan lain dibidang Pertanian. Akhirnya ia mengikuti pelatihan di PT. Mars yang berada di Luwu Timur. Dari situ Pak Ruslin terus konsisten melakukan langkah kecil dengan membuat kelompok usaha tani di desanya.

Semua diawali dari kata “KEBUTUHAN”. Kebutuhan yang menjadi jembatan penyemangat sehingga pak Ruslin harus keluar dari zona nyaman yang selama ini ia jalani. Mencoba hal-hal gila dalam berusaha jual beli kakao. Mulai dari menjemput kerumah-rumah petani, sampai kemudian berulangkali melakukan uji coba dan pengiriman sampel kepada bayer. Gagal coba lagi dan gagal kirim lagi.

Banyak hal yang Pak Ruslin lakukan, dan tidak bisa kami narasikan secara utuh dalam narasi singkat ini. Namun ada pesan tersirat dari Pak Ruslin yang dapat menjadi kesimpulan dan penyemangat tuk kita semua.

Modal utama memulai bisnis. Tidak perlu dengan modal finansial yang banyak.

Berbuatlah dahulu, dan berprilakulah jujur, serta jangan pernah katakan tidak mampu dalam bisnis.

#AH

Pos Kutipan Pos Kutipan 

(Visited 50 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.