Oleh: Serka Irwan, S.H*

Bintara Pembina Desa (Babinsa)adalah unsur TNI dalam hal ini TNI-AD yang terdepan bersentuhan langsung dengan masyarakat melaksanakan tugas Pembinaan Teritorial disingkat Binter di wilayah teritorinya. Dalam pelaksanaan tugasnya, Babinsa membangun komunikasi sosial dengan perangkat desa,tokoh masyarakat,tokoh agama, dan tokoh adat serta komponen masyarakat lainnya. Relasi ini dibangun demi terciptanya hubungan baik sehingga mudah mendapat berbagai informasi terkait kondisi sosial yang berkembang di masyarakat.

Ketahanan wilayah terpenuhi didukung beberapa unsur, diantaranya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Salah satu sumber daya alam yang turut menyangga kehidupan masyarakat di desa ialah sektor pertanian sebagai sumber pemenuhan ketahanan pangan wilayah.Peran Babinsa di dalamnya adalah melakukan pengawalan dan  pendampingan kegiatan pembangunan pertanian.Hal tersebut berdasarkan MoU antara Panglima TNI dan Menteri Pertanian Republik Indonesia.Tujuan besar dari kerjasama ini adalah mewujudkan program ketahanan pangan nasional mulai dari tingkat lokal rumah tangga penduduk regional, hingga menyeluruh kepada rakyat Indonesia.

Air merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan mahluk hidup termasuk di dalamnya tanaman karena tanpa air semua akan mati. Manusia jika kekurangan air akan mengalami dehidrasi, penurunan metabolisme tubuh, dan masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan. Diperlukan 70-80% kebutuhan air tercukupi lewat minuman sehingga dianjurkan untuk mengkomsumsi air sebanyak 2 liter perhari. Dengan ketercukupan air dalam tubuh akan melindungi dan meningkatkan sistem pertahanan dan kekebalan tubuh. Seperti halnya dengan tanaman, tanpa air akan menjadi layu dan kering hingga mati.Intinya adalah tiada kehidupan tanpa air.

Aktualisasi Babinsa dengan mengimplementasikan pendampingan dan pengawalan kegiatan pertanian ini yakni melakukan survei sumber air bersama Ketua kelompok tani Masagenae, Abidin yang terletak di sebelah selatan dari lokasi kelompok tani tersebut. Lahan kelompok tani Masagenae merupakan wilayah akselerasi pertanaman padi di mana hanya bisa melakukan pertanaman komoditi padi pada musim tanam rendengan saja, karena mengandalkan air hujan sebagai sumber airnya. Penulis yang bertindak selaku Babinsa di wilayah kerja ini mendorong agar petani meningkatkan indeks pertanaman satu hingga dua kali dalam setahun khususnya komoditi tanaman pangan, bukan pada musim rendengan saja tetapi pada musim gadu juga tetap menanam padi atau palawija lainnya.

Survei sumber air ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mengatasi kesulitan air pada musim kemarau, dan dari tempat sumber air itu juga kita dapat mengetahui jarak mobilisasi ke lahan persawahan, mengetahui kemampuan debit air sehingga dapat mengestimasi luas lahan yang mampu dialirinya. Ketersediaan air yang cukup memudahkan dalam pengolahan lahan, menjaga kelembaban tanah, menjadikan tanah subur,serta memudahkan tanaman dalam proses metabolisme nutrisi pada saat pemupukan.

Pertanian adalah bagian vital dalam mendukung keberlangsungan kehidupan, pendampingan Babinsa adalah bentuk kolaborasi dengan PPL di lapangan menjadi trigger semangat para petani yang ada di wilayahnya agar benar-benar mengoptimalkan kegiatan pertanian, di mana pertanian sebagai sumber ekonomi sekaligus akan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Harapan kita para petani menjadikan sektor pertanian ini sebagai ladang penghasilannya selain itu juga telah ikut serta mendukung program pemerintah dalam peningkatan produksi padi nasional dan ketahanan pangan bisa diwujudkan di tengah ancaman darurat pangan. Namun demikian, sikap dan semangat kita semua bisa mengatasi masalah pangan ini yang endingnya untuk mencapai swasembada pangan nasional.

Peran Babinsa sebagai pengawal dan pendamping kegiatan pertanian di lapangan bisa eksis atas kerjasama semua pihak. Dengan peran tersebut, Babinsa akan menambah spirit juang kepada para petani untuk bekerja lebih baik lagi dengan slogan setia hingga akhir.

Kupa, 29 Maret 2024

*Babinsa Desa Kupa
Kodim 1405/Pare-Pare Koramil 1405-05/Mallusetasi.

(Visited 87 times, 9 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.