Pipiet Senja

Cucuku ada lima, dari sulung 4 adiknya 1. Semuanya kecuali Rolin, pernah aku urus sejak bayi. Empat cucu pernah diempengin kalau lagi ngadat. Salti juga agaknya empeng asli Manini. Hihi.

Cucu pertama Zein, cowok sudah lulus SMA lagi tunggu pengumuman. Semoga lulus tes masuk universitas favorit. Cita-cita Zein menjadi pakar IT, seperti ayahnya.

Zein cucu paling mandiri. Hafizh Al Quran, sempat mondok setahun. Ganteng, cerdas dan sangat perhatian kepada neneknya. Pulang Umrih dia bawakan oleh-oleh: air Zamzam, sejadah pulas ungu. Tahu saja dia kalau Manini suka warna ungu.

Oya, sudah lama juga Zein tinggal sendiri di rumah yang ditinggalkan bundanya.

Cucu kedua Rolin, cowok kelas 2 SMA. Cita-citanya menjadi Pilot. Semoga tercapai cita-citamu, ya Rolin. Jika jumpa Rolin akan menyalami Manini dan bilang:”Manini sehaaaat?”

Lantas tanpa diminta Rolin akan sodorkan teh tawar hangat untukku. “Terima kasih ya, Rolin ganteng. Semoga menjadi Pilot Internasonal. Biar bisa ajak Manini keliling dunia, eeeh….”

Cucu ketiga Zia, cewek imut-imut. Kelas dua SMA, semula sangat pemalu. Sejak tinggal dengan ayahnya, Zia periang, makin cantik.

Zia punya drama sendiri dengan umur 15 tahun.Tidak akur dengan bundanya. Sering berantem. Puncaknya sampai disuruh pergi, eeeh, stop ya. Rahasia kaleeee!

Athena cucu keempat, cewek, anaknya Butet, ujur 11 tahun. Kelas 5 naik ke kelas 6 SD. Satu-satunya cucuku yang sangat dekat dengan Manini. Paling bisa diandalkan, saat Manini kumat jantung atau gula ngedrop. Dia bakal teriak heboh panggil tetangga.

Athena Juara Silat se-Depok Raya, dapat medali perak dan emas 2023 dan 2024. Cita-citanya mau seperti “Mamaku hebat, Mamaku tangguh. Kereeeen!” katanya bangga sekali.

Athena, kupanggil Qania, sejak umur dua tahun jauh dari ayahnya. Jarang jumpa ayah. Pernah keseleo lidah, bilang ke guru bahwa dia anak yatim. Hingga gurunya bilang:”Manini, bisa subsidi nih Athena.”
“Kok bisa?”
“Karena Athena anak yatim. SPP gratis!”

Karuan gw syok berat dong, Bestie.
Mamanya malah terkekeh geli. “Harus pake surat kematian, yaaaa, Ma?”
Husssy!

Nah, Athena suka menulis puisi bahasa Inggris. Tidak les Inggris, diajarin mamanya saja. Sering diajak Manini baca puisi di depan para sastrawan di Taman Ismail Marzuki. Kalau dapat sertifikat dan honor, dia bilang:”Alhamdulillah, gara-gara Manini nih….”

Zidan cucu kelima, cowok ganteng dan lucu, terbilang jenius. Umur 2 tahun sudah banyak hafalan surah Al Quran. Bisa sholat sendiri. Tahu nama-nama rasi bintang dan planet. Asal mula hujan, pelangi, fenomena alam.

Masya Allah, kalau Zidan sudah ngoceh IPA, bikin siapapun terpelongoh. Sekarang umur 9 tahun, kelas 3 SD, eeeh; Homeschooling. Sempat diperebutkan ortu. Akhirnya tinggal dengan ayah.

Cita-cita Zidan jadi Profesor Robot. Apa sebabnya?
“Mau jadikan Manini Robot. Biar gak mati-mati,” ujarnya serius sekali.

Cucu satu ini suka nasihatin neneknya sbb:”Manini sekarang sudah tua. Jadi Manini harus nurut saja sama anak-anak dan cucu, ya….”

“Begitu, ya?”
“Iya, harus begitu. Pokoknya Manini harus nuruuut!”
Syeeeh dah nih bocah!

“Tahu dari mana semua yang Zidan omong barusan?”
“Dari YouTube!” sahutnya.
Terpaksa ayahnya membatasi waktu pegang gadgetnya.

Lihatlah, Bestie. Penyintas Thallasemia yang pernah divonis harapan hidup tipis, 3 kali koma, 8 kali operasi.
Fakta, Bagaimana Aku Bertahan.

Inilah, Manini masih berjuang dengan lima cucu dari dua anak.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Mentor Literasi untuk santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 67 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.