Sabtu sore pukul 15.45 Wita, motor Yamaha Vixion yang kukendarai berhenti tepat di depan Mesjid Babul Jihad Desa Teposua. Desa yang berada di sebelah utara ibu kota Kabupaten Kolaka Utara.
Lantunan merdu suara adzan terdengar dari pengeras suara masjid.
Sebagai orang yang imannya kadang kendor, lebih banyak dosanya dari pada taatnya, dan lebih banyak waktu salat dirumah. Merasa sangat khidmat mendengarkan bait demi bait kalam ilahi tersebut, panggilan untuk berkumpul dan berhimpun dalam suasana yang khidmat menuju Ilahi Robbi.

Diawali dengan salat sunnah dua rakaat, setelah masuk mesjid dan dilanjutkan dzikir sejenak, sembari menunggu waktu iqomah dilantunkan sang Bilal, Pemilik suara merdu Desa Teposua.
Saya kembali bertadabbur dengan khusu’

Seberes Takbir, tahmid dan salam serta dzikir..
Kekagumanku tak terhenti hanya sebatas mengagumi suara adzan yg dilantunkan oleh orang yang kusebut Bilal tersebut.

Saya tertegun melihat seorang gadis mungil imut. Ia larut dalam sujudnya seorang diri, dibagian belakang shap wanita. Hanya seorang diri.
MasyaAllah hebat sekali orang tuanya gumamku dalam hati. Serasa pengen cepat nge_gas juga nih. Jiwa mudaku meronta “ingat kutipan kata seorang sahabat”. Hehehe
Paling tidak. Niat, usaha. Lalu BISMILLAH

Gadis mungil imut itu, namanya Nadipa kata ayahnya. Kuperkiran ia masih kelas satu Sekolah Dasar. Salut dan beribu-ribu salut tuk kedua orang tuanya, yang sejak dini memberikan stimulus positif kepada anaknya. Sangat perlu dipahami dan dipahamkan kepada anak, bahwa mulai dari sejak mereka kecil harus ada kecintaan untuk beribadah karena kebutuhan dan kecintaan terhadap tempat beribadah.
Kelak saat dewasa, mungkin saat mereka lalai untuk ibadah di tempat beribadah. Pasti mereka akan rindu dan akan kembali kejalan yang lurus dan benar, itu pasti.

Orang tua adalah rule model bagi tumbuh kembangnya anak, setiap anak akan mencontoh perilaku orang-orang di lingkungannya, terlebih kedua orang tuanya. Sehingga dibutuhkan stimulus positif setiap waktu kepada anak, semakin banyak hal positif yang kita contohkan kepada anak, maka akan semakin baik pula tumbuh kembangnya.

Seperti kata Kak Mazra Yasir Ashar Shabry 😊🙏
Beri makan perut
dengan makanan halal & sehat
Beri makan otak
dengan ilmu pengetahuan bermanfaat
Beri makan jiwa

dengan agama kebaikan dunia & akhirat.

Semoga banyak orang tua lebih sadar lagi untuk memberikan proteksi positif terhadap tumbuh kembang anaknya, layaknya di Desa Teposua.

(Visited 67 times, 1 visits today)
2 thoughts on “Stimulus Positif Untuk Anak.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.