Ibuku, Kartiniku
Oleh: Lolita Eka Putri Di sudut meja kayu yang sudah lapuk dimakan usia, Ibu selalu duduk setiap malam. Bukan untuk menulis sebuah mahakarya, melainkan untuk menghitung lembar demi lembar uang…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Oleh: Lolita Eka Putri Di sudut meja kayu yang sudah lapuk dimakan usia, Ibu selalu duduk setiap malam. Bukan untuk menulis sebuah mahakarya, melainkan untuk menghitung lembar demi lembar uang…
Di sebuah rumah sederhana yang setiap paginya selalu dipenuhi suara langkah kaki kecil yang bersemangat, tinggal seorang gadis remaja bernama Alya (nama samaran). Sejak duduk di bangku sekolah menengah, Alya…
Rawon tumor ini sebuah skenario fiktif sekaligus pengocok perut yang membuncit. Bayangkan kepanikan yang terjadi saat bungkusan kresek yang tertukar itu dibuka oleh Inces dan mbak Bunga. Pada suatu hari…
Di sebuah rumah sederhana di Simpang Kapuak, sebuah peradaban kecil sedang dibangun. Jika orang-orang hanya melihat seorang ibu yang dianggap “gila” karena mimpinya, mereka lupa melihat sosok laki-laki di sampingnya:…
Kota itu sedang terik-teriknya. Di depan sebuah gedung tinggi berlapis kaca, sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilat berhenti. Dari dalamnya keluar Pak Baskoro, seorang pejabat tinggi dengan setelan jas seharga…
Udara pagi di Mungka masih diselimuti kabut tebal ketika suara ketukan tongkat kayu terdengar beradu pelan dengan tanah berbatu. Di sebuah surau tua di Simpang Kapuak tepatnya di jorong Simpang…
Suara riuh rendah di koridor SDN 31 Koto Merapak perlahan memudar saat saya melangkah masuk ke ruang kelas. Saya menarik napas panjang, merapikan jilbab, dan menatap deretan bangku yang kini…
Angin sore dari pesisir Surantiah berembus lembut, membawa aroma tanah basah dan sisa hujan di persawahan Koto Merapak. Aku berdiri di depan jendela rumah, masih dengan seragam batik yang rapi.…
Lemari Arum tidak pernah penuh sesak.Bukan karena ia tak mampu membeli, tapi karena tiap kali tangannya menyentuh gantungan baju di toko, sebuah bisikan mampir di telatnganya: “Sanggupkah kau menjawab pertanyaannya…
Pagi di tahun ke-16 ini masih terasa sama. Buk Chilot duduk terdiam di kursi makan, sementara kepalanya terasa berputar hebat. Vertigo itu kembali menyapa, memaksa dunia di sekelilingnya tampak bergoyang.…