Rakit Persaudaraan di Batang Maek
Sinar matahari sore itu memantul di permukaan Batang Maek yang tenang, namun suasana di pinggir sungai Gunuang Malintang justru sangat riuh. Suara palu yang beradu dengan papan kayu terdengar bersahutan.…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Sinar matahari sore itu memantul di permukaan Batang Maek yang tenang, namun suasana di pinggir sungai Gunuang Malintang justru sangat riuh. Suara palu yang beradu dengan papan kayu terdengar bersahutan.…
Debu jalanan menyapu ujung gaun merah menyala milik Lastri. Malam itu sunyi, hanya suara serangga malam yang menemani langkahnya yang gontai. Di bawah sinar bulan yang temaram, Lastri berjalan menjauhi…
Aku adalah perempuan yang belajar menyembunyikan lelah di balik senyum yang sederhana. Seorang ibu, dengan tangan yang tak pernah benar-benar berhenti, dan hati yang terus berlari meski tubuh ingin diam.…
Oleh: Tammasse Balla Kemarin pagi (25 Maret 2026), cahaya Makassar jatuh dengan lembut di pelataran Unhas Convention Hall. Momentum ini seakan-akan ingin ikut bersaksi bahwa kemarin bukan sekadar ada pertemuan,…
Oleh Rosmawati Di masa senja ini, kita kembali menyadari bahwa pasangan adalah pelabuhan terakhir tempat jiwa saling bersandar. Duduk berdua menikmati kue Lebaran sore ini, saya melihat pantulan perjalanan panjang…
Oleh : Rahmawati Mereka tidak selalu bertemu di ruang yang sama, namun dunia kata mempertemukan langkah keduanya. Dua perempuan, dengan latar hidup yang berbeda, duduk dalam sunyi yang serupa: menikmati…
Oleh: Tammasse Balla Ada manusia yang berjalan dengan mata penuh curiga. Setiap senyum orang lain ia tafsir sebagai ancaman, setiap keberhasilan ia dengar seperti denting lonceng kematian bagi harapannya sendiri.…
Oleh: Rosmawati Menanti ramadan seperti menanti sesuatu yang spesial. Sebuah bulan yang penuh rahmat, bulan yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Aku dan kamu, kita semua memiliki harapan besar untuk…
Oleh : Rosmawati* “Jika ingin mengenal dunia membacalah, jika ingin dikenal dunia menulislah.” Filosofi ini terus menjadi bahan bakar bagi Ruslan Ismail Mage (RIM) dalam memperkaya khazanah literasi Indonesia. Hingga…
Oleh: H. Tammasse Balla Dunia ini, kata para filsuf, hanyalah rumah persinggahan sementara bagi jiwa yang sedang merantau. Kita mampir seperti embun di ujung daun berkilau sebentar, lalu jatuh ke…