Buku : Robert The Bruce
Penulis : L. Du Garde Peach
Penerbit : Ladybird Books Ltd.
Tempat : Loughborough, Inggris
Tahun : 1964
Jumlah Halaman : 52
Bahasa : Inggris
ISBN : –
Buku ini mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangan Robert the Bruce (1274-1329) seorang prajurit dan pejuang bangsa Skotlandia yang berusaha memerdekakan dan melepaskan negaranya Skotlandia dari penjajahan bangsa Inggris. Perjuangan bangsa Skotlandia melawan tentara kerajaan Inggris termasuk yang paling besar dan hebat pada masa lalu. Dibawah pimpinan Robert the Bruce, perlawanan bangsa Skotlandia berhasil mengalahkan tentara Kerajaan Inggris pada masa itu. Kekalahan yang sangat berat bagi kerajaan Inggris.
Robert Bruce, meskipun dianggap pejuang dan pahlawan bangsa Skotlandia, namun sebenarnya dia bukan orang Skotlandia asli. Dia lahir tahun 1274 di Skotlandia namun masa kecilnya lebih banyak dilewatkan di Inggris. Kakek buyutnya berasal dari Prancis dan merantau ke Inggris pada masa pemerintahan William the Conqueror pada tahun 1066. Kehidupan masa remajanya di Inggris bertepatan saat Raja Edward I berkuasa, dan dia sering menemani sang raja berburu di hutan.
Pada masa itu Skotlandia dipimpin oleh seorang Raja, begitupula dengan Inggris. Tahun 1286, Raja Skotlandia wafat, ada 2 orang yang dijadikan calon raja. Yang pertama adalah Robert Bruce yang merupakan kakek dari Robert Bruce, tokoh yang dikisahkan dalam buku ini, namanya sama dengan nama bapak dan kakeknya. Dan yang kedua John Balliol.
Ternyata Raja Inggris Edward I lebih mendukung John Balliol. Balliol kemudian dinobatkan sebagai Raja Skotlandia, namun tak lama, dia menggalang prajurintnya untuk menentang raja Edward. Bruce tentu membantu Raja Edward menumpas pemberontakan Balliol, dan Balliol berhasil ditahan di Inggris. Sebagai pengganti Balliol adalah John Comyn, kemenakan Balliol. Bruce kemudian pendekatan ke John Comyn dengan harapan suatu saat dia yang akan menjadi Raja Skotlandia.
Ketika Raja Inggris pulang dari berperang di Prancis, bersama pasukannya kembali menyerang dan menduduki Skotlandia. Bruce kemudian memutuskan ke Inggris dan bekerja pada Raja, namun diam diam tetap bertekad melanjutkan perjuangan membebaskan Skotlandia dari penjajahan Inggris.
Selanjutnya pada tahun 1296, Inggris dibawah pimpinan raja Edward I menginvasi Skotlandia dan berhasil mengalahkan dan menghancurkan pasukan Skotlandia di Pertempuran Dunbar. Pasukan kerajaan Inggris berhasil menangkap Bruce dan memenjarakannya selama beberapa tahun. Bruce berhasil melarikan diri dari penjara pada tahun 1302 dan memulai pemberontakan melawan Inggris. Ada kisah unik ketika melarikan diri, dimana Bruce memakai ladam (sepatu kuda dari besi) secara terbalik pada kaki kudanya, sehingga jejaknya seakan akan dia berjalan kearah yang berlawanan.
Selama bertahun-tahun, Bruce melakukan pemberontakan menentang Inggris dan ia mengalami banyak kekalahan di awal pemberontakan. Namun, Bruce tidak pernah menyerah, dan pada tahun 1306, ia dimahkotai sebagai Raja Skotlandia di Scone.
Pada pertempuran Bannockburn tahun 1314, Bruce memimpin pasukan Skotlandia dan memperoleh kemenangan besar atas Inggris, meskipun sebenarnya pasukan Skotlandia lebih sedikit dibandingkan pasukan Inggris. Kemenangan ini merupakan awal mula Kemerdekaan Skotlandia, dan Skotlandia akhirnya berhasil membebaskan diri dari kekuasaan Inggris.
Robert the Bruce dianggap sebagai pahlawan nasional Skotlandia yang memimpin perjuangan untuk kemerdekaan dari penjajahan Inggris. Kemenangannya dalam Pertempuran Bannockburn dan upayanya dalam meraih pengakuan internasional bagi Skotlandia merupakan tonggak penting dalam sejarah negara ini.
Robert the Bruce memerintah Skotlandia selama 13 tahun lamanya, dan ia meninggal pada tahun 1329. Ia dimakamkan di Dunfermline Abbey, dan ia dikenang sebagai salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Skotlandia.
Buku koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.

