*Doddi Arya Kusuma
Menurut Wikipedia, topeng adalah “Benda yang dipakai di atas wajah. Biasanya topeng dipakai untuk mengiringi musik kesenian daerah”. Kalau menggunakan pengertian di atas, berarti orang yang memakai topeng wajah aslinya tidak muncul ke permukaan. Dalam kehidupan sosial biasanya disebut orang bermuka dua.
Dalam konteks seni budaya, topeng adalah salah satu alat untuk menghibur. Namun, dalam konteks kehidupan sosial, orang bertopeng yang menyembunyikan wajah aslinya biasanya menjadi alat untuk mengelabui orang lain.
Judul tulisan ini terinspirasi dalam kehidupan sehari-sehari. Tidak jarang kita menemui orang memakai topeng dalam menjalani kehidupannya. Baik di depan kita, kemudian berbalik arah menusuk berkali-kali di belakang kita. Sibuk bertanam tebu di bibirnya, padahal sesungguhnya petani buah pare.
Lalu bagaimana menghadapi orang bertopeng, yang bisa jadi berada di sekitar kita sehari-hari. Secara pribadi saya menghadapinya dengan memakai topeng juga. Namun, ketika lepas dari orang bertopeng, saya langsung teringat lirik lagunya Noah, “Tapi buka dulu topengmu, buka dulu topengmu, biar ku lihat warnamu, kan kulihat warnamu.
Sesungguhnya pesan lirik lagu Noah di atas adalah, “Kalau ingin bahagia, damai, bukalah topengmu. Jadilah dirimu sendiri, tampillah apa adanya, jangan bermuka dua”. Selama tidak merugikan orang lain, di manapun kita berada akan diapresiasi orang lain. Jadi bukalah topeng kehidupannya, agar tidak menangisi hidup di usia senjanya.
*Kajur Pemerintahan Universitas Ekasakti
