Dalam keheningan pagi, dalam gemericik air hujan, dalam pelukan kasih yang tak bersyarat—di sanalah kita melihat sekelumit dari indahnya karya Tuhan. Ia tidak hanya menciptakan langit dan bumi, tetapi juga menenun setiap detik kehidupan kita dengan detail yang luar biasa.

Terkadang, kita terlalu sibuk dengan kekhawatiran, terlalu fokus pada kekurangan, hingga lupa bahwa kita hidup di tengah karya agung yang terus berproses. Matahari yang terbit tanpa gagal, daun yang gugur pada waktunya, bahkan nafas yang mengalir tanpa henti—semuanya adalah bagian dari orkestra ilahi yang Tuhan ciptakan dengan penuh kasih.

Karya-Nya tidak selalu spektakuler secara kasat mata. Kadang justru tersembunyi dalam hal-hal kecil: senyum anak kecil, kata-kata penghiburan dari sahabat, atau damai yang hadir di tengah badai. Ia adalah Seniman Agung yang tahu bagaimana mengubah luka menjadi pelajaran, air mata menjadi kekuatan, dan penantian menjadi anugerah.
“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”
Mazmur 19:2

Ketika kita membuka hati untuk menyadari kehadiran-Nya, kita akan melihat bahwa dunia ini bukan tempat yang hampa dan tak berarti. Justru sebaliknya, hidup ini dipenuhi dengan jejak-jejak cinta-Nya. Kita adalah bagian dari karya seni itu—unik, berharga, dan terus dibentuk agar serupa dengan gambar-Nya.
Betapa indahnya karya Tuhan. Ia tidak hanya mencipta, tetapi juga terus menyertai. Ia tidak pernah berhenti berkarya—di alam, dalam sejarah, dan dalam hidup kita masing-masing.
by E.P.Ximenes’25
