Sejarah menunjukkan bahwa PNS itu salah satu organ dasar vital bagi esksistensi sebuah negara. Sehingga harus berintegritas
Dr.Sudirman, M. Si.

SUMARDI SE.,M.Si. ASN BERINTEGRITAS (Sukses atas
Peluncuran Buku “101 Pengalaman & Pemikiran PNS Sontoloyo”
Sumardi yang saya kenal karya dan tulisannya, fisik belum pernah ketemu sama sekali, kami ditakdir berkenalan lewat komunitas rumah besar BN (Bengkel Narasi), lewat goresan dan pemikirannya yang membahas tentang aparatur sipil negara di negeri ini, cukup membuat saya penasaran pak Sumardi tugas pokoknya sebagai ASN, bahkan berprofesi sekaligus punya posisi yang strategis sebagai Kabag. Biro Perencanaan Pengawasan BPKP, Asisten Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN).
Dengan posisi tersebut bagi saya sudah banyak berinteraksi dengan ASN, pejabat, akademisi LAN, berdiskusi bahkan mengkritisi profesi ASN, rata rata mereka pasang badan membela kebobrokan dan borok yang ada pada pribadi dan institusinya bahkan jadi benteng pertahanan dan cenderung asal berargument, hal dan kondisi ini saya tidak temukan di pak Sumardi, transparan mengoreksi sistem di lembaganya dia mengkritik keras kebijakan dan perilaku ASN.
Secara tegas dan keras dengan asumsi mengkritik dari dalam bisa di carikan solusi dan tentunya sang ASN seperti pak sumardi adalah aparatur negara yang sulit di dapat dan satu di antara sekian banyaknya alat negara, yang mau memberi suplemen obat walaupun pahit tetapi bikin sehat organisi.
Tulisan dan pikirannya jadi bahan diskusi di BN, khususnya bagi member yang ASN, terkadang judulnya nyeleneh, dan jadi judul buku pada saat ini yakni,101 pengalaman & Pemikiran PNS Sontoloyo, saya belum baca. bukunya tetapi tulisan di BN membuat saya jatuh hati untuk menulisnya. Belajar dari ASN Sontoloyo, sy sdh berapa kali bacanya dan trending di BN.
Sebelum saya di daulat memberi materi di sebuah komunitas ASN , sebagai narsum dengan topik tentang Sistem Integritas Nasional bagi CPNS, saya berpikir keras ini bukan bidang saya yaitu ( sosiologi), berbagai materi saya buka, dan salah satunya referensi yang ada korelasinya adalah tulisan sahabat saya di BN, Pak Sumardi.
Integritas pribadi tentu embrio bagi organisasi untuk berintegritas, satu pak Sumardi di ASN akan menjadi contoh untuk ASN lain dan dengan menulis itulah bentuk saluran untuk menginternalisasi pribadi seseorang, integritas lahir dari budaya dan aspek yang lain jujur, akuntabilitas, transparan, dan profesional di bidangnya, makanya saya berani menyebut pak Sumardi berintegritas tinggi, ini bukan berlebihan lewat karya dan tulisannya itu sudah jadi salah satu indikator kuat khususnya saya, kalaupun tidak sesui mungkin ada faktor X yang tidak bisa saya analisis, walaupun dalam teori integritas individu dan institusi bisa di evaluasi dengan formulasi : I: C1+A+E-C2.(kita tidak bahas di tulisan ini). Integritas merupakan output dari proses kolaborasi individu organisasi sejak awal. dan pak Sumardi melakukannya lewat tulisan dan buku.
Pak Sumardi bisa di jadikan salah satu contoh berintegritas dengan berani jujur, transparan, akuntabilitas, beretika itu tergambar dalam tulisan tulisan artikelnya di BN, Kita rindu dan butuh seorang ASN yang berintegritas tinggi untuk mewujudkan pilar pilar lahirnya budaya organisasi sehingga lahir atap yang menaungi rumah Indonesia dengan pembangunan SIN (Sistem Integrasi Nasional) sebagai bentuk ikhtiar bernegara, tentu dengan pondasi lebih kuat, sistem Ekonomi, politik, budaya, sosial dan pelayanan publik yang kuat dan kokoh, sehingga Integritas, lahir dari pribadi tidak ada lagi sogok menyogok, kongkalikong jabatan, tapi semua sesuai role yang ada sehingga profesional tercipta, bekerja sesuai tupoksinya.
Bukankan lebih baik perbaiki integritas pribadi, baru keluarga, kelompok, bangsa dan negara.
Kado di hari kemerdekaan usia 76 tahun lahir dari Bengkel Narasi dengan menulis kita bangun integritas individu menuju Sistem Integritas Nasional.

Tunas (Tujuan Nasional) SIN adalah kita bersama .
Merdeka dari ketidakjujuran
Merdeka dari korupsi
Salam literasi
Jenderal sdm
