Oleh: Elvira Pereira Ximenes

Sayang, maafkan diriku
Aku telah berdosa
Terhadap dirimu yang kucintai
Apakah engkau mau maafkan aku?

Aku telah menghakimi diriku sendiri
Termasuk dirimu nan polos
Aku telah bersalah terhadap surga dan bumi
Kepada siapa lagi aku berkenan?

Wahai belahan jiwaku
Aku tak sengaja
Telah melukai hatimu
Akhirnya aku terluka dan tersiksa

Hai kamu yang aku dambakan
Maukah engkau kembali padaku?
Aku kesal baru menyadarinya
Ternyata aku bersalah atas ucapanku

Aku tahu batinmu hancur saat ini
Aku sangat mengenalmu
Aku begitu mengasihimu
Kiranya aku kau maafkan

Aku mohon maafkan aku
Aku minta pengertianmu
Engkau sungguh baik
Begitu bijaksana

Aku bersyukur dan berharap
Kau bakal kembali lagi
Mengukir diary lembaran baru
Di hari baru penuh ceria

Masa lampau telah lewati
Biarkan berlalu ditelan waktu
Kini tiba saatnya
Kita menata masa depan

Masa depan penuh misteri
Marilah berserah pada Sang maha kuasa
Hanya Dia dan kepada Dia
Kuserahkan jiwa dan ragaku

Semoga kau dan aku
Disatukan dalam satu rencana ilahi
Yang tak pernah diketahui oleh siapapun
Hanya Dia sang Pencipta tuk menjadi manusia baru.

(Visited 26 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Elvira P. Ximenes

Elemen KPKers Dili TL, telah menyumbangkan puluhan tulisan berupa, artikel, cerpen, dan puisi ke BN, dengan motonya, "Mengukir makna dalam setiap kalimat, menghidupkan dunia dalam setiap paragraf", pingin jadi penulis mengikuti jejak para penulis senior lainnya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.