Oleh: Aura Insia

24-Januari-2023


Sudah mau tahun kelima Lia bekerja menjaga lansia yang berusia 95 tahun di keluarga itu, dan seperti tahun-tahun lalu di setiap hari kedua Imlek (zhu er) empat dari lima Putri Nenek (Ama) selalu datang untuk makan- makan bersama anak cucunya di rumah keluarga Makan Besar (Da Chan) , dan pada saat selesai rutinitas makan semua akan berkumpul saling bertukar Amplop Merah (Hong Pao).

Selama bekerja di keluarga pasiennya tersebut, pada tahun pertama Lia hanya mendapat satu Amplop dari Anak tertua pasiennya , demikian juga pada tahun keduapun sama baru di tahun ketiga cucu menantu pasien yang tinggal serumah dengannya memberikan satu hong pao (Amplop merah).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini anak keduanya Nenek (Ama) memberikan juga maka bertambahlah satu amplop Merah di tahun ke empat ini.

Lain halnya dengan para sahabatnya apabila Imlek datang para boss akan memberikan amplop merah tebal dengan jumlah yang fantastis serta lainnya, namun bagi Lia apa yang di terimanya adalah sudah menjadi rezekinya bukan untuk di bandingkan dengan shabat-sahabat lain yang mendapatkan lebih, karena apa yang di dapat sepadan dengan pekerjaan masing-masing.

Pekerjaan Lia Hanya fokus mengurus pasien tanpa harus bekerja seperti mereka yang kebanyakan 24 jam tanpa henti, namun itupun tergantung kepada hati dari masing-masing bossnya, malah ada yang lebih parah, sudah bekerja dari luar jobpun tidak mendapatkan apresiasi sebagai tanda terimaksih, itulah pekerjaan yang tanpa ada perlindungan hukum yang pasti dari pemerintah (Informal) Berbeda dengan yang Berbadan Hukum (Formal) ada batasan waktu bekerja 8 jam dalam sehari itu sudah pasti.

Di manapun kita bekerja niatkan karena Allah juga fokus pada tujuan berangkat dari rumah itu untuk bekerja tanpa berharap lebih.

Tertuang dalam hadis Arbain nawawi bagian ke 1 (Niat)

عَنْ أَمِيرِ المُؤمِنينَ أَبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ عنْهُ قَالَ:

 سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَِى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ 

Dari amirul mu’minin, Abi Hafs Umar bin Kottob radiyallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang di niatkan. Siapa yang hijrahnya karena ( ingin mendapatkan keridhoan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena Dunia yang di kehendakinya atau karena wanita yang ingin di nikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagai) yang dia niatkan. (HR Bukhari dan Muslim).

(Visited 39 times, 5 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.