Oleh : Imam Abdullah El- Rashied

Bukan hanya dalam bait-bait do’aku, bahkan dalam susunan aksara puisi-puisi rindu, aku selalu menyematkan namamu, andai saja kau tahu.

Hanya saja, bukan tak ada waktu, ataupun kata malu. Aku memang tak seberani itu, tuk ungkapkan bahwa aku mencintaimu.

Aku menumpahkan segenap resah dalam samudera do’a, mana kala jarak benar-benar membuat dada sesak.

Peternak Rindu.
Mukalla, 5 Oktober 2021.

(Visited 39 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.