Oleh: Lolita Eka Putri

Mentari pagi baru saja menyembul di ufuk timur ketika Arisman merapikan letak kacamata dan peci hitamnya.

Di cermin, gurat-gurat usia 60 tahun tak mampu menyembunyikan binar semangat di matanya. Pria kelahiran Padang Pinang, 9 Juli 1966 itu tersenyum simpul, mengingat kembali perjalanan panjang yang telah dilaluinya.

Perjalanan itu dimulai dari ruang kelas sederhana di SD Negeri Padang Lawas tahun 1980, lalu berlanjut ke SMPN Mungka, hingga ia memantapkan niat menjadi pendidik di SPGN Payakumbuh pada tahun 1986.

“Pak, kopinya sudah siap,” panggil Yurnita, sang istri tercinta yang selalu setia mendampingi langkahnya.

Arisman melangkah ke meja makan. Yurnita, yang juga seorang guru SD, sangat paham betul dedikasi suaminya.

Mereka berdua membesarkan keluarga di Jorong Jopang, sebuah sudut damai di Nagari Jopang Manganti, Kecamatan Mungka.

Dedikasi Tanpa Batas
Sambil menyeruput kopi hangat, ingatan Arisman melayang ke masa-masa awal ia bertugas.

Tanggal 1 Februari 1988 adalah awal dari segalanya. Sebagai pemuda lulusan SPG, ia ditempatkan di Inpres 5/81 Tiga Alur Batang Balang, Kecamatan Harau.

Tujuh belas tahun lamanya ia mengabdi di sana sebagai guru kelas, menempa anak-anak pelosok dengan ilmu dan budi pekerti.

Di sela-sela kesibukannya mengajar, ia merampungkan pendidikan D-II PGSD pada 1998 dan meraih gelar Sarjana (S-1) dari Universitas Negeri Padang (UNP) pada tahun 2003.

Gelar Arisman, S.Pd. bukan sekadar pajangan. Dedikasinya berbuah manis.

Pada Juli 2005, sebuah surat keputusan membawanya pulang kampung.

Ia dipromosikan menjadi Kepala Sekolah di SDN 04 Mungka.

“Pulang kampung untuk membangun tanah kelahiran,” batinnya kala itu.

Kepemimpinannya yang tegas namun penuh keayahan membuat kariernya sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) terus dipercaya.

Dari SDN 04 Mungka, ia berpindah memimpin SDN 02 Simpang Kapuak, hingga berlanjut ke UPTD SDN 04 Tujuah Koto Talago di Kecamatan Guguak.

Empat periode jabatan sebagai kepala sekolah dilewatinya dengan torehan prestasi dan rasa hormat dari para guru serta wali murid.

Sesuai regulasi, setelah merampungkan empat periode kepemimpinan yang gemilang, Arisman harus kembali ke posisi semula.

Kini, ia bertugas di UPTD SDN 05 Tujuah Koto Talago.

Bukan lagi sebagai kepala sekolah yang duduk di kursi utama, melainkan kembali menjadi guru kelas, berhadapan langsung dengan kapur dan papan tulis.

Bagi sebagian orang, turun jabatan mungkin terasa berat. Namun tidak bagi Arisman.

“Jabatan itu amanah yang ada batasnya, Bu,” ujar Arisman kepada istrinya suatu malam.

“Tapi mendidik?

Mendidik adalah tugas seumur hidup. Kembali ke kelas berarti kembali ke tempat hati saya berada.”

Di sekolah yang baru, ia tetap dihormati.

Bahkan, karena pengalamannya yang matang dan kemampuannya merangkul semua pihak, Arisman sering kali menjadi jembatan komunikasi antara sekolah-sekolah di kecamatan dengan pihak Korwildikcam (Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan).

Ia menjadi sosok penasihat yang dituakan, tempat para guru muda bertukar pikiran.

Tak hanya di dunia pendidikan, di lingkungan tempat tinggalnya di Kecamatan Mungka, sosok Arisman juga dikenal sebagai figur pemuka masyarakat yang karismatik.

Dengan pakaian putih bersih, kain sarung tenun merah yang tersampir di pundak, dan senyumnya yang khas, ia kerap hadir di tengah masyarakat sebagai sosok “Mamak”—pemimpin adat sekaligus penengah yang bijaksana.

Hari itu, setelah menyelesaikan tugasnya di sekolah, Arisman bersiap menghadiri sebuah acara adat di nagari.

Ketika ia berjalan menyusuri jalanan Jorong Jopang, beberapa warga menyapanya dengan takzim.

“Sehat, Pak Kepsek? Sehat, Mamak?” sapa seorang warga.
Arisman melempar senyum lebar yang khas, membalas sapaan itu dengan ramah.

Baginya, semua peran yang disandangnya—baik sebagai guru, mantan kepala sekolah, Korwildikcam, di masyarakat—adalah satu kesatuan ibadah.

Di masa senjanya, Arisman, S.Pd. telah membuktikan bahwa kehormatan seseorang tidak terletak pada tingginya jabatan yang abadi, melainkan pada seberapa besar manfaat yang bisa ia berikan untuk mencerdaskan anak bangsa dan mengayomi masyarakatnya.

(Visited 5 times, 5 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.