Hampir sebulan kita meninggalkan bulan suci Ramadhan. setiap Bulan Ramadhan kita selalu identik dan banyak kata “berkah” yang kita dengar maupun kita baca, seperti bulan penuh berkah,atau mari raih keberkahaan di bulan Ramadhan. mari coba kita menelusur apa itu berkah.

Dikutip dari buku karya Dr. H. Ajid Thohir MA. Dalam buku Historiositas dan Signifikansi Kitab Manaqib Syeikh Abdul Qadir al-Jilani dalam Historiografi Islam.  Dalam histrografi sufisme kata barakah dan karâmah terkandung selalu disandingkan sebagai sesuatu yang mungkin terjadi dan memiliki korelasi yang simetris antara keduanya, dan berjalan beriringan. Fenomena barakah lebih dikaitkan dan menyangkut pada aspek-aspek yang berhubungan dengan kesejahteraan, ketercukupan, keselamatan dan lain-lain yang melimapah pada siapapun karena dikasi oleh Allah SWT sebagai umat nabi Muhammad SAW. Sedangkan karâmah adalah keistimewaan khusus bagi mereka yang terpilih sebagai wali-Nya, dan dalam aspek-aspek tertentu yang mendorongbagi lahirnya keberkahan tersebut. Oleh karenanya atara fenomena barakah dan karâmah terkadang muncul dalam satu paket peristiwa, begitu juga dengan mukjizat. Setiap peristiwa yang istimewa yang dialami oleh waliyullah disebut karâmah, sedangkan bagi mereka yang ikut mendapatkan manfaat dan kesempatan dalam peristiwa karâmah disebut juga dengan orang yang mendapatkan berkahnya.

Secara etimologi, kata barokah berarti an-ni’mah (kenikmatan), as-sa’adah (kebahagiaan), an-namau wa az-ziyadah (penambahan). Dalam Bahasa Inggris, kata barakah disamakan dengan kata blessing yang bermakna berkah dan nikmat.  Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berkah adalah karunia Tuhan yang membawa kebaikan, yakni kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidup manusia.

Menurut Prof. Quraish shihab, barakah adalah suatu kebaikan yang bertambah, bermanfaat, yang suci, kekal dan akan mendapat kebahagiaan. Pada mulanya seseorang tidak punya apa-apa, kemudian Allah karuniakan keberkahan padanya, maka orang itu menjadi mulia. Keberkahan itu datang dari arah yang sering tidak dapat kita duga, tidak dalam bentuk materi, tidak dapat dibatasi dan juga tidak dapat diukur.  Seseorang yang mendapatkan keberkahan akan men jadi seseorang yang memiliki tambahan nilai, baik di mata manusia maupun di sisi Allah SWT. 

Semoga dengan mengetahui makna dari berkah atau barokah kita bisa lebih memahami baik dari makna maupun kata tersebut. dan hidup kita dipenuh keberkahaan

artikel ini juga pernah dipublikasikan di retizen republika.

(Visited 129 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.