Konten ini
Menulis merangsang pemikiran, jadi jika kamu tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis.
Barbara
MEMBACA DAN MENULIS AGAR RUAS BUKU TIDAK SUNYI
Mungkin ini adalah sekian banyak alasan bagi setiap orang bahwa melukiskan wajah sang puteri tidaklah secantik aslinya. Ranum, buram terkadang menjadi irisan kuas diruang kanvas, betapa tidak penglihatan atas tanda atau picture seringkali hanya menjadi terpaan dari rasa bukan karena gagasan.
Pablo Picasso, abstrakisme kadang meletupkan idenya pada ruang gelap, namun penuh arti.
Dan sangat berbeda dengan Michel Angelou, yang getol meletupkan gagasan kemanusiaannya lewat pengabdian, bagaimana Hamzah Fansury dan Jalaluddin Rumi yang menguraikan filosofi.cintanya yang melewati angannya, dan Khalil Gibran yang menerima kenyataan atas kisah hidupnya.
Semua ini, tentu bukanlah prahara, tetapi satu legenda yang tak mungkin hilang dari altar sejarah panjang kemanusiaan, mereka membumi karena pikirannya ditulis dalam ruang dan dinding bumi. Sehingga terbaca oleh manusia bumi.
Lalu, bagaimana dengan Farouk Fouda, setelah karyanya terbit lalu ia terbunuh. Dan tidak sedikit para pecinta literasi “terkungkung” karena rezim, otoriterianisme, kekuasaan yang anti kritik, Maka, bagi kita tentu harus menjadi pejuang knowledge, karenanya manusia akan tercerahkan lewat membaca, menulis, ibadah, serta saling memberi.
Sebab tanpa menulis ruas-ruas bukupun akan semakin sunyi.

Sangat menginsfirasi