Oleh: Henny Fitria, S.E., S.H., M.H.
Dalam mengelola sebuah perkara besar, tentu kita sangat membutuhkan tim yg solid, tangguh, dan saling mengisi serta saling melengkapi. Membangun kerja tim tidak cukup hanya sekadar mengandalkan kecerdasan, namun juga harus mampu mengelola emosional.
Masalah tidak hanya muncul dari perkara yang sedang kita tangani. Namun, justru sering datang dari luar perkara itu. Kita harus selalu siap dengan segala hal yang tidak terduga.
Kadang kala muncul tantangan dalam mengelola waktu, pembagian tugas, saling menyesuaikan dengan kesibukan masing-masing tim, bahkan juga dari pihak-pihak yang memengaruhi kepercayaan klien. Akibatnya, klien menjadi tidak mampu berpikir rasional, bahkan mulai “menambah beban” dalam penanganan perkara.
Wajar itu terjadi. Di mata klien, kita harus terlihat sempurna bagaikan dewa penyelamat. Klien tidak akan berpikir kita juga manusia yang memiliki banyak keterbatasan. Karenanya, mereka akan selalu menginginkan kesempurnaan dalam penanganan perkara.
Tim yang kami bangun sangat memahami keadaan demikian. Dalam beban berat, tekanan kerja yang tinggi, kami harus tetap tersenyum, terlihat santai seolah tanpa beban. Kami saling mengisi dan mendukung, selalu berpikir untuk menemukan solusi. Tidak pernah saling menyalahkan. Jika kadang berkeluh kesah, kami rasa itu adalah hal yang wajar karena kami juga manusia.
Alhamdulillah, semua hasil perjuangan, kerja keras penuh semangat tim ini diridai Allah Swt. Kami merasa putusan ini sudah sangat mendekati keadilan. Tentu suatu kebahagian kami selaku penasihat hukum bisa melakukan pembelaan dalam melahirkan putusan hakim yang mendekati rasa keadilan terdakwa.
Terdakwa dihukum hanya sesuai porsi kesalahannya. Apa-apa yang menjadi haknya dan bukan merupakan hasil kejahatan telah dikembalikan.
Kami sangat terharu di tengah kepercayaan klien yang terus-menerus digerus oleh “intervensi” pihak lain. Kami mampu menjaga amanah dengan baik dan mengembalikan sepenuhnya kepercayaan itu kepada kami.
Semoga ini bukan yang terakhir. Namun, menjadi langkah dan lompatan untuk naik level. Siap untuk tantangan lebih besar berikutnya.
Untuk tim tangguhku, “Terima kasih tanpa batas”. Kepada Didi Cahyadi Ningrat, S.H., M.H. dan Guntur Abdurrahman, S.H., M.H. Insya Allah ke depan kita akan lebih tangguh saling mengisi melakukan pembelaan hak-hak terdakwa sesuai koridor hukum. []

Semangat Rekan Sejawat.