Penemuan Arkeologi Terbaru di Ompo : Lukisan Purba IKASEMTANI

Ditulis oleh : NASH PRUSyariah
Koresponden Khusus Balai Penelitian Artefak SAFARI IKASEMTANI VII.

Waduk Wisata Ompo, Soppeng. 31 Mei 2026

Dunia arkeologi kembali dikejutkan oleh penemuan sejumlah lukisan purba yang diduga berasal dari peradaban awal SAFARI IKASEMTANI VII di Waduk Wisata Ompo Kab.Soppeng.

Jika selama ini Sulawesi Selatan terkenal dengan lukisan purba di Leang-Leang Kab.Maros yang berusia puluhan ribu tahun, maka Kab.Soppeng tepatnya di Ompo kini memiliki koleksi baru yang diperkirakan berasal dari era yang lebih muda, yaitu sekitar 15 menit sebelum panitia membagikan hadiah games.

Penemuan ke-empat arfefak ini terjadi di sela-sela kegiatan games alumni yang berlangsung dalam pengawasan ketat panitia dan sorak-sorai peserta.

Berdasarkan penelitian awal, artefak tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 menit setelah ISHOMA atau 15 menit sebelum pembagian hadiah.

Temuan ini langsung menarik perhatian para peneliti lintas angkatan, mulai dari alumni era 80-an hingga generasi 2000-an.

Empat lukisan berhasil diamankan dalam kondisi utuh. Sayangnya, hingga laporan ini ditulis, identitas pasti makhluk yang tergambar masih menjadi misteri yang lebih rumit dari pada soal ujian matematika saat sekolah dahulu.

  • Artefak Nomor 1

Sebagian peneliti meyakini ini adalah seekor burung.  Sebagian lain berpendapat ini adalah Dinosaurus yang berhasil bertahan hidup dan diam-diam mengikuti Safari Alumni.

Sementara penciptanya sendiri (Alumni 89) memilih tidak berkomentar karena takut teorinya dipatahkan oleh peserta lain dan dikabarkan sudah lupa hewan apa yang sedang ia gambar.

  • Artefak Nomor 2

Awalnya diklasifikasikan sebagai kelinci. Namun setelah dilakukan kajian mendalam oleh tim Alumni 95, muncul dugaan kuat bahwa gambar tersebut adalah kambing yang sedang mencari lokasi registrasi peserta SAFARI IKASEMTANI. Hanya saja teori ini masih diteliti lebih lanjut oleh alumni asal BoS JO (Bone-Soppeng-Wajo).

  • Artefak Nomor 3

Objek ini diyakini berasal dari keluarga unggas. Hanya saja sampai saat ini belum diketahui apakah ia termasuk ayam, angsa ataukah seekor burung eksotis. Ada pula yang dengan penuh keyakinan alumni 96 mengatakan : “Itu pasti burung yang habis ikut SAFARI IKASEMTANI VII di Ompo.”

  • Artefak Nomor 4

Inilah artefak paling kontroversial. Terdapat sedikitnya tujuh teori berbeda.  Mulai dari rusa, kuda, jerapah, hingga “hewan yang hanya bisa dikenali oleh pembuatnya sendiri.”

Sayangnya ketika dimintai klarifikasi, Alumni 87 sebagai pembuat gambar justru ikut bingung melihat hasil karyanya.

Kesimpulan Penelitian

Dibalik semua perdebatan ilmiah tersebut, ada satu kesimpulan yang disepakati seluruh peserta.

Bahwa tidak satu pun gambar ini berhasil mengalahkan indahnya kebersamaan yang tercipta saat games berlangsung.

Tawa yang pecah ketika peserta berusaha menyelesaikan gambar yang diinstrusikan, ekspresi serius para “pelukis dadakan”, serta sorak-sorai penonton yang lebih percaya diri menebak daripada yang menggambar, menjadi bagian dari cerita yang akan dikenang lama setelah acara berakhir.

Yang menarik, saat games berlangsung, tidak ada lagi perbedaan angkatan. Alumni tahun 80-an tertawa bersama alumni tahun 90-an. Alumni tahun 2000-an bercanda dengan alumni yang sebelumnya hanya dikenal lewat foto profil atau postingan media sosial. Semua larut dalam suasana yang sama, suasana keluarga dan tentu suasana keluarga besar IKASEMTANI.

Mungkin beberapa tahun lagi, ketika foto-foto ini kembali muncul di grup alumni, akan ada yang bertanya :

“Itu gambar hewan apa sebenarnya?” dan kemungkinan besar jawabannya tetap sama. “Tidak penting hewannya apa… yang penting kita semua tertawa bersama waktu itu.”

Karena sesungguhnya, karya seni terbesar yang lahir pada SAFARI IKASEMTANI VII di Ompo oleh BoS JO hari itu, bukanlah empat lukisan tersebut. Melainkan persahabatan, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan yang kembali tergambar indah di antara keluarga besar IKASEMTANI bisa saling terangkul.

Dan seperti halnya lukisan purba Leang-Leang yang menjadi warisan masyarakat Sulawesi Selatan, lukisan-lukisan Ompo ini akan tetap dikenang sebagai bukti bahwa pada SAFARI IKASEMTANI VII, keluarga besar IKATAN ALUMNI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KELOMPOK TEKNOLOGI DAN PERTANIAN (IKASEMTANI) NEGERI SIDRAP pernah berkumpul, bercanda, dan berbahagia bersama.

(Visited 40 times, 40 visits today)
Avatar photo

By naziruddin MS

LITERASI FINANCIAL SPECIALIST EDUCATOR INSURANCE SPECIALIST PERSONAL COACH LEADER MOTIVATOR BUSINESS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.