Sejak akhir tahun 2019, saya menjadi dosen tetap di Faculty of Law UNUSRA. Buka Puasa Bersama menjadi hal yang terus berulang sampai Ramadhan tahun 2022 ini.

Bisa jadi tahun depan, tidak lagi terulang dengan kegiatan yang sama. Karena tahun ini saja, masing-masing diantara mereka sudah sibuk menyelesaikan tugas akhir, dan yang lain menyusul untuk KKN. Sehingga besar potensi tahun depan sulit untuk bersua kembali.

Olehnya itu, mempergunakan waktu sebaik-baiknya dengan bersilaturahim adalah hal terbaik yang sangat perlu dilakukan setiap orang.

Sejatinya dalam hidup. Waktu selalu ditempatkan sebagai salah satu hal yang tidak mungkin dikembalikan. Sebagaimana Allah sampaikan dalam surah Al-Asr, “demi masa” demi masa yang menunjukkan waktu. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Itulah kenapa, dalam setiap kali kesempatan baik di moment Ramadhan maupun diluar Ramadhan. Silaturahim itu tetap dilaksanakan. Meski hanya sekadar duduk nongkrong di Pasput Pantai Berova ataupun ditempat yang lain.

Banyak hal yang tak luput kami bahas, terlebih tentang “Kebijaksanaan dalam bertutur lebih berharga dari pada kemampuan berbicara yang baik, sejatinya adalah esensi hakikat etika”. Selalu menjadi topic obrolan nomor satu dalam tiap kali perjumpaan.

Bukan tanpa alasan. Di era disrupsi saat ini, semua tatanan perubahan rentan terjadi secara masif dan berkelanjutan, yang menyebabkan nilai-nilai etik berubah dengan begitu cepat. Sehingga obrolan soal nilai etika menjadi nomor satu dalam tiap kali pertemuan.

Mereka latar belakang profesi yang berbeda, sehingga perangai kata dan tindakan sudah pasti berbeda. Olehnya itu sebagai seorang dosen, harus bisa menyesuaikan dengan mereka saat kami bertutur.

Ritme pergerakan dalam bingkai silaturahim memang perlu terjaga, guna menghasilkan edukasi dalam ibadah dan eksistensi dalam keberadaan. Alhamdulillah kepada pemilik kebaikan, atas segala curahan serta limpahan nikmat.

Melaporkan dari Desa Tambuha, kediaman Pak Alimuddin.

Salam Literasi Bengkel Narasi Kolaka Utara.

#AH

(Visited 47 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: