Disaat anda tertidur pulas dengan berbagai pola selama diatas tempat tidur/dipan/koi diikuti  lantunan karuh (dengkur) yang monoton sambil mimpi indah dan atau nightmare. Diam diam dengan senyap, di keheningan hiruk pikuk kehidupan anda yang berkuras keringat mencari hidup, sedang dipersiapkan alur cerita kehidupan anda. Ada yang sadar, ada yang tidak tahu-menahu, ada yang nakal kagak goblok iye, dan ada yang ambil keuntungan akan keadaan ini.

Dua penerbit (Knopf dan Penguin Random House) saat ini sedang mempersiapkan penerbitan buku yang berjudul “How to Prevent the Next Pandemic”. Judulnya biasa saja dan tidak ada alasan bagi pikiran anda untuk menjadi liar menerka nerka kemana alirannya. Buku ini telah dijadwalkan beredar pada 3 Mei 2022, dan diterbitkan oleh Knopf untuk AS dan Penguin Random House untuk luar AS (internasional). Buku tersebut ditulis oleh Bill Gates.

Anda jangan ambil posisi tidak peduli akan hal besar yang diplot terjadi pada kehidupan anda. Tunggu dulu, anda harus sabar menunggu jalan kehidupan yang dipaksakan untuk pakaian anda. Sekarang coba anda perhatikan baik-baik rekam digital yang pernah dipaksa terjadi.

Gates secara akurat pernah meramalkan pada tahun 1987, bahwa dunia abad ke-21 akan dipenuhi dengan tampilan panel datar, dia juga percaya bahwa manusia akan mulai menyingkirkan kartu kredit. Pemilik Microsoft tersebut juga pernah memperingatkan pandemi global Covid-19 dalam Ted Talk di tahun 2015 dan membuat prediksi tentang virus  saat ini, dalam wawancara Veritasium di YouTube. 

Sebelumnya, masih di tahun yang sama 2015, pasangan suami-istri (pada waktu itu masih) Bill dan Melinda melalui yayasannya Bill and Melinda Gates Foundation menginvestasikan uangnya dalam bisnis farmasi. Menggandeng perusahaan asal Jerman, CureVac, pasangan ini menginvestasikan uangnya sebesar USD52 juta atau Rp674 miliar (kurs Rp12.971 per USD) dalam bisnis vaksin. Bisa anda bayangkan, pemain dunia berbasis informatika merambah dunia farmasi?

Dilansir dari Forbes, Sabtu (7/3/2015), investasi ini merupakan investasi terbesar yang digelontorkan oleh Bill dan Melinda Gates. Perusahaan ini nantinya akan memproduksi mRNA, yakni sejenis molekul yang merupakan hasil transkripsi DNA dan menjadi perantara pembawa urutan protein dalam proses translasi, yang nantinya akan dijadikan sebuah obat baru yang berbentuk vaksin. Ada apa? Coba anda pikir, rencana ini disiapkan di tahun 2015 sedangkan virusnya sendiri 2019?

Tidak sampai disitu, sebanyak 16 perusahaan farmasi digandeng Bill & Melinda Gates Foundation untuk memastikan semua orang di mana pun, siapapun, kemanapun memiliki akses ke potensi inovasi perusahaan, termasuk vaksin Covid-19. Anda bisa bayangkan dan menerka bahwa vaksin covid-19 ini adalah salah satu dari yang lebih dari satu!

Selain itu, mereka bersepakat meminta pemerintah, LSM, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bergabung dan membantu mempercepat vaksinasi. Kesepakatan ditandatangani pada Rabu (30/9/2020) oleh para CEO perusahaan, yakni AstraZeneca, Bayer, bioMérieux, Boehringer Ingelheim, Bristol Myers Squibb, Eisai, Eli Lilly, Gilead, GSK, Johnson & Johnson, Merck & Co. (di luar AS dan Kanada), Merck KGaA (Jerman), Novartis, Pfizer, Roche, dan Sanofi, serta Bill Gates dan Melinda Gates selaku co-chair Bill & Melinda Gates Foundation.

Sempurna, terencana rapi, main cantik, dan smoothy, itulah padanan kata/frasa yang pas untuk setiap step nya. Paling tidak itulah ungkapan paling sopan dan santuy dari mereka yang percaya plandemi. Sedangkan anda yang percaya plandemi akan berkata, “OK, fine, so what?” 

Suka tidak suka, buku “How to Prevent the Next Pandemic” ini sebenarnya adalah prototipe jangka pendek pakaian diri yang anda jadikan air mandian anda. Walaupun begitu ini adalah penampakan dari mata rantai persiapan karpet merah METAVERSE.

(Visited 71 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.