Walau jarak memisahkan, sahabat sejati akan selalu melekat di dalam hati.

anonim

SARAPAN PAGI BERSAMA SAHABAT  HASBILATIEF

A. Sekilas tentang Hasbi Latief. Sebagai senior di Kampus kuning beliau yang mengospek saya pada tahun 1990.
Sebagai junior dan maba tentu harus cari figur sebagai panutan di kampus sebagai teman diskusi dan petunjuk berbagai masalah di Kampus, ekstra organisasi di era itu Himpunan Mahasiswa Islam (hmi) dan IMM, sangat menonjol di Kampus, dan Bastra hmi sebagai pilihan saat itu, dan Kanda Hasbi Latief Instruktur saat sekaligus Ketua HMI Komisariat , FKIP UVRI Makassar, sebelum mengikuti perkuliahan  msh gundul otak masih tabularasa, di isi materi materi saat itu.

Flashback ini, untuk mengingat kembali lembaran lembaran sejarah bersamanya, tentu sangat banyak cerita  dan pengalaman sebagai aktivis parlemen jalanan diera orba, reformasi, di kejar kejar intel penguasa, berhadapan pentungan benteng tirani saat itu, kadang kami tiarap ke kost, dan tempat tersembunyi paling aman di jl. Bontolempangan HMI, disana lah diskusi, tidur, sarapan intel (indomie telor), kopsus, Kostrad (Kopi Satu Tarajju Dua), istilah kami waktu itu, mantan ketua IMPAKK organda Kolaka.

B. Pulang Kampung
Diwisuda tahun 1995, salah satu peserta wisuda saat itu , setelah selesai wisuda toganya di lepas, menurutnya apa arti toga bila hanya jadi menara gading tanpa lapangan kerja, saya lansung, ucapkan Selamat datang kesarjanaan, selamat menyonsong kebingungan,  tidak bagi Hasbi Latief, kembali kampung menjadi petani coklat, dan sukses saat itu coklat sangat menjanjikan  pada krismon 1998.jiwa pendidiknya tak pernah padam, begitu ada waktu luang beliau mengabdi di kampung halamannya sebagai Guru dan jadi ASN, kemudian dua periode sebagai Ketua PGRI Kolaka Utara, sekarang salah satu Kabid. Diknas Kolaka Utara sampai sekarang.

C. Nostalgia
selasa, 8 Juni 2021, dari Sudiang menuju Coto Paraikatte, warkop panukukkang, kusambut di sekitar panakukkang, kuliner khas makassar sudah, yang belum khas kampungnya bumi Sawerigading, Kapurung, selanjutnya ke kediaman saya, sengaja kupilih jalanan yang pernah kami lewati waktu kuliah, rupanya ingatannya masih kuat, waktu di, hmi, materi  yang sering di bawakan adalah Shalat dan fungsinya, saya instruktur yang mendampinginya, terkadang mengisi materi Retorika, dulu ada ilmu kalau diskusi atau berdebat, ilmu lecceng(mengelak) dari topik, sejak naik di mobil selalu ada pertanyaan terselip, yang lainnya saya jawab, kedua kalinya saya alihkan ke topik yang lain alias lecceng, namun pertanyaan ketiga  masih itu juga, melawan senior kayak jurus pemungkas di kasih keluar dan bobol juga ilmu retorika ku, dan masih salut kekuatan kata katanya yang mempunyai kekuatan linguistik, berakarakter, yang tak pernah berubah, dan setelah terjawab kami pun meledak ketawanya, istri beliau pun merasa menang karena instink saya menganggap ini konspirasi. Senior 88 junior 90, Kisah kami tidak tuntas hanya setengah hari, maaf seharusnya hari kedua masih ada waktu cuma agenda saya padat. Next time.
Kami tertawa seperti tawa kami dulu tak ada yang berubah kecuali fisik.
William Shakespeare :

If you have good friends, no matter how much life issucking, they can make you laugh.”

(Saat memiliki teman baik, tidak peduli berapa banyak sisi kehidupan yang menyebalkan, mereka akan membuatmu tertawa).



(Visited 86 times, 3 visits today)
2 thoughts on “SARAPAN PAGI BERSAMA HASBI LATIEF”
  1. “Kata-kata yg lembut mampu melunakkan hati yg lebih keras dari batu. Sebaliknya, kata-kata yg kasar dapat mengeraskan hati yg lebih lembut dari sutra.” (Imam Ghazali)

    —————-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *