*Widiarti

Sekilas sahabat dan teman itu sama saja. Namun, jika ditelusuri lebih jauh ternyata keduanya memiliki selisih harga yang jauh. Sahabat adalah orang yang selalu merasakan suka duka yang dialami oleh sahabatnya. Sementara teman adalah orang yang tidak terlalu dekat dengan kita, dan biasanya hanya senang manisnya saja.

Bercerita tentang sahabat adalah bercerita mengenai suatu keindahan, saling membantu, saling menghibur. Berbagi manis dan pahitnya, dan selalu hadir menghibur dan memotivasi. Sahabat merupakan orang yang sangat berarti dalam hidup.

Tulisan ini bercerita tentang persahabatan enam orang cewek yang dipertemukan di perantauan. kisah ini di awali tahun 2015 saat enam sejoli yang sedang menuntut ilmu pengetahuan dipertemukan di salah satu kampus di Kota Makassar. Saat itu kami sama-sama mengurus KRS di jurusan yang sama.

Awalnya hanya saling bertegur sapa di dalam ruangan, sekedar basa-basi sewajarnya orang yang baru kenal. Seiring waktu berjalan, kami hampir setiap saat bertemu di kampus berbagi cerita, hingga kami merasa akrab.

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, demikian pula dengan pertemuan kami. Pertemuan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Laksana air, pertemuan ini mengalir apa adanya tanpa ada sekat di antara kami. Hingga kami pun berinisiatif untuk membuat nama group (genk) bernama ARC.

Nama group kami ARC bukan akronim nama anggota genk. Hanya penamaan asal saja kami buat pada waktu itu dan melekat sampai sekarang. Entah apa istimewanya tiga huruf itu, kami pun tidak mengerti. Namun, entah kenapa ketika kami sebut ARC ada getaran tersendiri dari namanya.

Persahabatan ini merupakan penemuan keluarga baru di perantauan. Layaknya keluarga, keenam sejoli ini juga saling bercerita mengenai kehidupan masing-masing, dan saling meminta pendapat ketika ada masalah.

Perjalanan waktu kemudian membuktikan bahwa kisah persahabatan itu mengalami juga riak-riak. Ada-ada saja masalah yang sering bermunculan. Namun, hal itulah yang membuat persahabatan akan saling memahami satu dengan yang lainnya.

Sahabat di mana pun berada, kalian telah melukis pelangi warna-warni di kanvas jiwaku. Suka dan duka telah kita lewati bersama, pahit dan manis telah kita rasakan bersama. Semua itu akan menjadi kenangan indah di kemudian hari. Terima kasih yang tak terhingga untuk kalian, terima kasih karena telah menjadi sahabat di tanah rantau dan terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah hidup saya.

*Dosen Institut Teknologi dan Sains (INTENS) Muhammadiyah Kolaka Utara.

(Visited 80 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.