*Sony Putra
Dengan berjalannya waktu, hari demi hari bulan demi bulan tahun demi tahun, tidak terasa sekarang saya masuk tahun keempat dalam masa jabatan selama enam tahun sebagai Wali Nagari. Banyak hal yang telah saya alami, suka dan duka mewarnai perjalanan menjalankan amanah sebagai Wali Nagari.
Dengan jabatan wali nagari saya banyak mendapatkan pengalaman ilmu dan kenangan. Pengalaman tersebut seperti dapat berpakaian PDU laksana seorang perwira polri atau TNI. Ilmu yang dimaksud di sini saya temukan dengan cara belajar dan berdialog bersama masyarakat. Sementara kenangan adalah sesuatu yang mungkin jarang ditemukan, seperti pada saat Pilwana (Pemilihan Wali Nagari).
Pada suatu hari saya diminta untuk menyampaikan kata sambutan pada acara yang cukup besar, dihadiri pejabat daerah dan pemuka masyarakat. Dalam pidato itu saya menyampaikan kepada seluruh yang hadir bagaimana menjadi Wali Nagari atau pemimpin.
Saya menyampaikan menjadi wali nagari itu hanya butuh d akui bukan dihormati. Diakui dan mengakui itu memang sangat berat. kenapa? Karena mengakui adanya di dalam hati, sedangkan menghormati hanyalah sebuah kata atau sikap di luar saja. Sama halnya kita kepada Allah swt dan Nabi Muhammad Saw. Kita mengakui bahwa Allah swt maha segala-galanya dan Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah Swt.
Dari beberapa pengalaman yang saya dapatkan selama menjadi wali nagari, ternyata hidup itu adalah pengalaman di manapun kita berada. Semua itu bisa dijadikan pengalaman, seperti apa yang saya dapatkan di lingkungan kampus Universitas Ekasakti Padang.
Seorang dosen yang baru saya kenal melayani mahasiswa dengan familiar. Namun, sangat tegas dan disiplin. Baru dua kali pertemuan tapi begitu banyak pelajaran yang dapat saya petik dan terapkan sebagai pemimpin di nagari. Salah satunya adalah, “Menjadi pemimpin itu harus melihat lebih jauh, mendengar lebih duluan, dan merasakan lebih dalam”. Jadi lihat, dengar dan rasakan apa yang dialami masyarakat. Menurutnya, sebagai pemimpin tidak perlu dihormati cukup diakui.
*Wali Nagari Kapalo Koto Padang Pariaman
