Oleh: Muhammad Sadar*

Dalam pekan ke-4 bulan Februari 2024 ini atau berselang empat hari setelah kunjungan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI bersama Direktur Irigasi Pertanian di Kupa pada hari Jumat lalu, maka pada tanggal 27 Februari 2024 di tempat dan lokasi yang sama, Kelompok Tani Masagenae Desa Kupa kembali dikunjungi oleh para pejabat Kementan RI yang dipimpin oleh Ibu Miftakhul Jannah selaku Tim LO Tanaman Pangan UPSUS Direktorat AKABI sebagai Penanggung Jawab LTT(Luas Tambah Tanam) Padi di Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebagai gambaran tentang kisah sukses UPSUS (Upaya Khusus) pada periode kepemimpinan Bapak Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P., selaku Menteri Pertanian RI 2014-2019 silam berhasil mengantarkan Indonesia berswasembada beras dan jagung. Strategi UPSUS tersebut pada sisa masa jabatan, Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian kembali akan menerapkan di lapangan dengan melakukan pengawalan dan pendampingan kegiatan penanaman padi yang biasa disebut LTT. Pengorganisasian UPSUS dipimpin oleh seorang penanggung jawab di tingkat provinsi yang biasa dijabat oleh pimpinan eselon 1 atau eselon 2 Kementan. Kemudian di tingkat lapang dikendalikan oleh seorang LO (Liaison Officer) yang bertugas ke daerah untuk memonitoring, mensupervisi, melaporkan, dan mengevaluasi pelaksanaan tahapan dan dinamika LTT.

Kehadiran Tim LO Tanaman Pangan UPSUS Kementan di Kupa saat ini dalam rangka melakukan monitoring sekaligus mendorong akselerasi penanaman padi di tingkat lapang. Tim LO Tanaman Pangan bersama dengan jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten, Pemerintah Desa Kupa, dan Ramil 1405-05 Palanro, Babinsa, Babinkamtibmas, Mantri Tani, PPL, dan para kelompok tani lingkup Desa Kupa melakukan gerakan tanam LTT Padi musim tanam 2023/2024.

Sebagaimana biasa setiap kali mengawali prosesi tanam padi bersama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., menyampaikan sambutan memberikan petunjuk kerja tanam di atas hamparan sawah dengan mengatakan,”Pada hari ini Selasa, 27 Februari 2024 kami berada di Desa Kupa melakukan gerakan percepatan-akselerasi tanam padi MT 2023/2024 di kelompok tani Masagenae, luas kurang lebih 30,0 hektare dan hadir dari Tim Kementerian Republik Indonesia dalam hal ini Direktorat Akabi, jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Barru, BPP,Penyuluh/PPK. Hadir pula teman-teman dari Koramil,Kapolsek, Kepala Desa Kupa, dan terutama kelompok tani. Insya Allah gerakan akselerasi tanam tahun 2024 untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Semoga Allah meridai kita
semua, alam dan iklim bersahabat dengan petani.”

Beliau menutup sambutannya dengan berkata, “Ayo mari menanam….. siap!”

Setelah aksi tanam bersama di sawah dan di tempat yang berbeda, Ibu Miftakhul Jannah selaku Tim LO Tanaman Pangan dari Direktorat Akabi Kementan menyampaikan pengarahan dan harapan kepada petani.

“Salah satu upaya dalam percepatan tanam dan produksi perlu adanya pengawalan pertanaman padi di lapangan. Program akselerasi tanam padi ini untuk memperkuat produksi beras, agar ketahanan pangan tetap stabil. Berdasarkan arahan Menteri Pertanian, meminta seluruh jajaran Kementan turun ke lapangan melakukan pendataan dan mempercepat persiapan kebutuhan masa tanam dan mengawal secara langsung di lapangan agar target tersebut dapat tercapai dengan baik.”

Peletakan kegiatan akselerasi tanam padi di Desa Kupa tak terlepas dari suksesi kepemimpinan Suardi Haruna, S.E. selaku Kepala Desa Kupa beserta jajarannya dalam memberikan perhatian terhadap sektor pertanian di Kupa. Hal ini bisa dilihat dari kontribusi ADD Desa Kupa yang sanggup mengalokasikan bantuan benih padi beberapa musim tanam lalu.

Selain benih, sistem pengamanan lingkungan tumbuh tanaman dipasangkan kawat pelindung berlapis untuk menjaga gangguan hewan perusak serta pembangunan infrastruktur jalan usaha tani di area persawahan petani. Kolaborasi seperti itulah yang diharapkan dari model UPSUS Kementan yang bisa menjadi pengungkit kemajuan pertanian di desa.

Penerapan UPSUS di lapangan selama ini sangat memberikan efek yang cukup signifikan, terutama dalam hal mengedukasi masyarakat petani dan para pelaku pertanian lainnya terkait keadaan climate change yang terjadi dan dirasakan saat ini yang memengaruhi pola tanam sehingga berdampak terhadap sistem penyediaan maupun proses produksi pangan di lapangan. Dinamika cuaca tersebut memang selayaknya terus diinformasikan ke tingkat lapang sebagai bagian dari indikator dan penyesuaian keadaan dalam berusaha tani. Bagian UPSUS ini terus memperbaharui siklus kalender tanam dan komponen pelengkap budidaya padi lainnya.

Hal lain dalam kegiatan UPSUS adalah informasi tentang inflasi harga komoditas maupun kebijakan pangan negara meliputi cadangan pangan nasional, anggaran subsidi pupuk,benih dan alsintan. Akselerasi lainnya adalah quick response dari para LO untuk penanganan informasi kebutuhan sarana produksi, identifikasi potensi sumber daya lahan dan air, peningkatan indeks pertanaman maupun kondisi eksisting terkini di lapangan melalui updating LTT, CPCL, titik koordinat, dan foto dokumen open camera. Semuanya sangat detail, harus akurat, valid, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Demikian urgensinya urusan pangan ini sehingga menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. UPSUS Kementan menjelma sebagai suatu role model pengendali di lapangan yang memberikan arah dan petunjuk pekerjaan yang harus segera ditangani. Cakupan pengendaliannya meliputi sasaran produksi, produktivitas, luas tanam dan luas panen, serap gabah petani, gangguan OPT, bahkan Kementan bisa intervensi secara langsung untuk melakukan optimalisasi lahan dan air melalui mekanisme bantuan direktorat teknis dan pengerahan brigade alsintan, brigade proteksi, atau grup panen. Kemudian
efisiensi dan efektivitas penggunaan sarana produksi maupun sumber daya pendukung seperti pelibatan komponen negara lainnya.

Tim LO UPSUS Kementan sebagai ikon organik lapangan terus memberikan support dan dukungan kepada segenap pelaku pertanian untuk terus mengawal,membina dan mendampingi setiap pergerakan pelaksanaan fisik kegiatan budidaya komoditi strategis nasional utamanya padi-jagung. Ketersediaan, keterpenuhan, dan keterjangkauan pangan setiap waktu oleh penduduk negeri ini menjadi harapan besar bagi para pemangku kepentingan sejalan dengan tujuan pembangunan milenium yang berasaskan keberlanjutan.

Bravo Tim LO UPSUS Kementan di Kupa!

Kupa,27 Pebruari 2024

*Pengujicoba Perbenihan/Perbibitan TPHBun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru. Koordinator Pena Barru di bawah panji Bengkel Narasi Indonesia, Jakarta.

(Visited 133 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.