Malam itu, lorong rumah sakit terasa lebih dingin dari biasanya. Suara tangis Yumna membelah kesunyian, menyayat hati siapa pun yang mendengarnya. Di sudut ruangan, Uda Nori tertunduk lesu. Tangannya bergetar memegang pena, namun ia tak sanggup membubuhkan tanda tangan di atas surat tindakan medis itu.

Angka 50 juta rupiah terpampang nyata, menjadi dinding tebal yang memisahkan Yumna dari kesembuhannya. Sementara itu, sistem BPJS yang kaku membisu; butuh 14 hari untuk aktif, padahal rasa sakit Yumna tidak bisa menunggu meski hanya satu jam lagi.

Gelombang Kebaikan

Dalam keputusasaan, sebuah pesan dikirimkan. Kabar tentang kondisi Yumna menyebar seperti api di tengah padang rumput yang kering. Tak disangka, keluarga besar Saura, warga Simpang Kapuak, hingga seluruh masyarakat Lima Puluh Kota bergerak serentak.

Satu per satu donasi mengalir. Konco Dini Ulfa dan Uda Yori Anggara tak lelah menggalang dukungan. Ada ikatan emosional yang begitu kuat, seolah-olah Yumna adalah keponakan bagi setiap orang yang mendengar ceritanya. Namun, meski bantuan terkumpul, beban biaya itu masih terasa sangat berat.

Secercah Sinar dari Lima Puluh Kota

Di saat kami hampir menyerah pada keadaan, keajaiban yang lebih besar datang. Kabar itu sampai ke telinga Bapak Bupati Lima Puluh Kota. Melalui sinergi antara Pemerintah Daerah, Dinas Sosial, dan BAZNAS Lima Puluh Kota, sebuah keputusan besar diambil: Seluruh biaya pengobatan Yumna akan ditanggulangi oleh Pemda.

Tangis yang tadinya penuh sesak karena kesedihan, berubah menjadi aliran air mata bahagia yang deras membasahi pipi. Saya terdiam, tidak menyangka bahwa perjuangan ini akan berujung seindah ini. Allah memberikan lebih dari yang kami bayangkan.

Terima Kasih yang Tak Terhingga

Kini, Yumna tidak lagi sendirian melawan sakitnya. Di belakangnya berdiri ribuan doa dan tangan-tangan baik yang membantu.

“Alhamdulillah,” bisikku pelan di samping tempat tidur Yumna. “Ternyata masih banyak orang baik di dunia ini.”

Terima kasih kepada Bapak Bupati, Dinas Sosial, BAZNAS, dan seluruh warga Lima Puluh Kota. Kalian adalah bukti nyata bahwa kemanusiaan masih sangat hidup di tanah ini. Harapan itu kini menyala kembali, seterang senyum Yumna yang akan segera kembali kita saksikan.

(Visited 107 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.