Waktu itu, aku sangat antusias dengan naskah buku kedua. Entah dapat ide dari mana, aku pun menghubungi Pak Bambang Trim untuk meminta saran/masukan tentang naskah buku tersebut.
Di lain kesempatan, aku sempat mengeluh padanya. “Pak Bambang, sepertinya buku pertama saya dibajak di pasaran.” Dengan ringan Bambang Trim bertanya balik, “Mengapa tidak menerbitkan buku sendiri?”
Aku pun bingung. Menerbitkan buku sendiri? Bagaimana caranya?
Singkat kata, aku pun mengikuti kelas-kelas pelatihan Bambang Trim tentang kepenulisan, penyuntingan, hingga penerbitan buku. Tidak lupa pula mengikuti sertifikasi profesi untuk skema penulisan buku nonfiksi dan penyuntingan naskah.
Dalam sebuah sesi pelatihan daring, ditampilkanlah beberapa contoh paragraf tulisan yang dikutip dari buku-buku yang telah terbit. Intinya, paragraf-paragraf tersebut masih harus diperbaiki. Bambang Trim tidak mengatakan paragraf tersebut salah, ya? Hehehe.
“Maaf, Pak. Sepertinya saya kenal paragraf itu. Mirip dengan yang tercantum dalam buku pertama saya,” responsku spontan. Ada peserta yang hanya senyum-senyum saja, ada pula yang tertawa mendengarnya. Lumayan lah, hiburan.
Jujur, saat membuka kembali bukuku yang pertama kali terbit, malu sekali membacanya. “Duh, dulu kok bisa terbit, ya? Dijual di Gramedia pula!” gumamku merundung diri sendiri.
Namun, Bambang Trim langsung menghiburku. “Artinya, kemampuan Kang Iyan menulis saat ini sudah berkembang jauh lebih baik. Harusnya bangga dengan itu.” Benarkah? Benarkah? Senang sekali mendengarnya.
Kembali ke laptop!
Setelah melalui beberapa episode “drama” kepenulisan, akhirnya aku bisa menerbitkan bukuku sendiri. Bahkan, sejalan dengan semangat “wirausaha aksara” yang digaungkan oleh Bambang Trim, saat ini aku dan beberapa alumni kelas menulisnya sudah eksis menjadi writerpreneur dan book publisher.
Terima kasih kepada Bambang Trim atas didikannya. Di kesempatan yang baik ini, kami pun ingin mengucapkan selamat kepada Bambang Trim yang terpilih untuk kedua kalinya secara aklamasi sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penulis dan Editor Profesional (Penpro) periode 2022-2027 pada Musyawarah Nasional II Penpro, 12 Maret 2022.
