Oleh: Gusnawati Lukman

Saat ini kita disuguhkan dengan berbagai pemberitaan tentang invasi Rusia ke Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022. Perang, bagaimanapun bentuknya pasti akan membawa kerugian yang luar biasa dari kedua belah pihak, baik yang menyerang apalagi yang diserang. Korban yang berjatuhan pun tak terhindarkan lagi. Perang membawa kesengsaraan bagi rakyat. Perang hanya akan membawa kehancuran yang maha dahsyat. Warga sipil adalah yang paling parah merasakan penderitaan akibat peperangan itu. Rumah-rumah mereka hancur, fasilitas publik tutup dan sebagian sudah porak-poranda. Setiap hari mendengar dentingan suara tembakan yang sewaktu-waktu dapat menyasar mereka. Anak-anak tidak lagi dapat menikmati pendidikan karena sekolah mereka sudah rata dengan tanah. Ketakutan dan kekhawatiran akan dampak perang sangat berpengaruh pada psikologis mereka. Sungguh tragis!

Namun, terlepas dari pro kontra serangan atau invasi Rusia ke Ukraina tersebut, ada sisi lain yang menarik perhatian kita. Pasukan Rusia yang dikenal sebagai pasukan yang tersangar di dunia, ditakuti oleh seluruh musuh-musuhnya, ternyata pada saat invasi ini banyak memberikan perhatian kepada warga sipil yang terdampak peperangan atau konflik. Mereka membantu dan melindungi warga sipil yang akan mengungsi meninggalkan rumah di daerah konflik, melindungi warga sipil dari serangan mortir-mortir, bercanda dan menghibur anak-anak, melayani antrian warga sipil yang menerima bantuan, dan masih banyak lagi sisi kemanusiaan yang begitu menggugah hati kita. 

Hal yang banyak dipertanyakan lagi oleh warga masyarakat yang masih awam adalah apa maksud Rusia menyerang Ukraina, kalau pada akhirnya mereka pun mengirimkan bantuan sampai berton-ton. 

Dikutip dari laman Tribunnews.com, di tengah invasi militer, Rusia siapkan sebanyak 10.500 ton bantuan logistik kemanusiaan untuk penduduk Ukraina.Bantuan kemanusiaan itu berupa bahan makanan, bahan bangunan dan kebutuhan pokok lainnya. Kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia, Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev menyebutkan bahwa konvoi dengan kargo kemanusiaan telah dibentuk untuk memberikan bantuan yang ditujukan kepada penduduk Ukraina khususnya warga sipil. Pemerintah federal Rusia bersama pemerintah wilayah telah menyiapkan lebih dari 10.500 ton kargo kemanusiaan. Pekerjaan di bidang ini sangat intensif. Wilayah lain (di Rusia) yang mengumpulkan konvoi kemanusiaan ini, termasuk di antaranya wilayah Belgorod, Bryansk, Voronezh, Kursk dan Rostov,” jelas Mizintsev. Ia menerangkan bahwa bantuan itu dikirimkan secara bersamaan atau konvoi dari Krimea. Bantuan itu telah mencapai pusat-pusat populasi di Ukraina bagian Selatan.  Pasukan Rusia juga menjamin keamanan warga sipil yang akan mengungsi.

Inilah bukti bahwa Rusia peduli dan tidak mau menyakiti rakyat Ukraina. Walaupun Rusia adalah negara tersangar di muka bumi, tapi Rusia memiliki sisi kemanusiaan yang patut kita acungkan jempol.

Perang sejatinya hanya akan saling menghancurkan. Namun, jangan pernah lupa fakta bahwa orang-orang dalam  pasukan-pasukan yang diterjunkan di arena peperangan itu juga adalah manusia biasa yang memiliki rasa kemanusiaan dalam hati dan jiwa mereka. Punya belas kasih terhadap sesamanya. Terlihat sangar, namun peduli, karena mereka juga tidak mengharapkan peperangan itu terjadi. 

Stop War. Peace. Peace. Peace. Let’s make the world better place for us.

Watansoppeng, 14 Maret 2022

(Visited 64 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.