Oleh : Ulva Mega Puspita*

Menyusuri jalan setapak di bawah sinar lampu jalanan yang hening
Rintik hujan menemani langkah
Membasahi tubuh kala rintik menyapa
Membawa rindu

Malam ini terasa berbeda,
Dingin mencekam kalbu
Derai air mata kian mengalir
Di kala bayangan masa lalu menghampiri
Membisikkan kata rindu

Yah, rindu dengan hari terakhir aku melihat tawamu yang lepas,
Kau mengelus rambutku yang berbalut hijab dengan penuh kasih sayang
Dalam dialog waktu itu kau selipkan
Nasehat sebagai pesan terakhir sebelum kau pergi

Malam ini semua terasa sunyi
Hanya ada suara rintik hujan yang menemani langkahku
Begitu banyak kenangan denganmu
Kini semua sudah berlalu,
Namun takkan hilang ditelan waktu

4 tahun sudah kau pergi
Meninggalkanku seorang diri
Dunia seakan berbeda semenjak kepergianmu
Ada luka yang kian hari semakin tertanam
di hati, jiwa rapuh tak terobati

Semakin jauh ku melangkah, rindu semakin parah
Aku rindu senyumanmu ibu
Aku rindu dekapanmu yang menghangatkan,
Aku rindu nasihat dan petuahmu,
Entah kenapa dada begitu sesak, ketika mengingat semua tentangmu

Ibu, kau malaikatku, kau surgaku
Kau pergi dengan meninggalkan luka mendalam untuk anakmu ini
Aku tahu kini kau telah tenang di Surga,
Kau sudah tak ada di sampingku tapi kau selalu ada dalam hati dan ingatanku
Doamu akan terus mengiringi langkahku menuju tangga kesuksesan.

*Mahasiswi INTENS Kolaka Utara

(Visited 105 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.