Oleh: Muhammad Sadar*
Jurnal perjalanan skuad Penas Petani Nelayan XVII 2026 masih menyisakan ragam cerita, pengalaman dan wawasan dalam menempuh rute dari Kabupaten Barru hingga ke Provinsi Gorontalo atau sebaliknya. Dengan melalui trans Sulawesi di pantai barat dan timur, terlalu banyak kisah yang ditemui selama perjalanan sejauh 2.690 kilometer. Dalam ritme waktu dua kali 24 jam lebih, kontingen ini mencapai daerah tujuan Penas di Gorontalo, demikian halnya ketika melakukan perjalanan kembali ke tanah pengabdian di Barru.
Walaupun Penas XVII telah berakhir sepekan yang lalu, namun bayang-bayang daerah penyelenggara atau segenap teritorial yang dilalui dan disinggahi, masih mewarnai ingatan tim yang meliputi kesan geografis wilayah atau budaya setempat hingga rasa aroma gastronomi setiap item kuliner yang dinikmati peserta, baik di dalam gerai penas ataupun di tempat wisata sekalipun.
Sambutan masyarakat Gorontalo sangat ramah baik dalam pelayanan homestay, maupun hal lain yang cukup meringankan kebutuhan peserta penas.
Salah satu area tujuan wisata yang menonjol di Gorontalo adalah kawasan Pentadio di Kecamatan Telaga Biru. Destinasi Pentadio merupakan tempat wisata pemandian air panas alami di tepi danau Limboto yang berjarak 7,3 kilometer dari pusat Kota Gorontalo (jarak homestay penulis di Hutuo hanya beberapa mil dengan berjalan kaki untuk mencapai danau Limboto).
Kawasan obyek wisata Pentadio merupakan destinasi sejarah yang telah beroperasi sejak tahun 1928. Sarana pendukung rekreasi, meliputi Pentadio Resort seluas 14,0 hektar yang memadukan antara history dengan fasilitas modern berupa kolam renang air panas atau air dingin, spot pemancingan, area camping dan cottage. Posisinya yang langsung menghadap ke danau memberikan view indah bagi wisatawan baik lokal maupun turis manca negara utamanya para peserta penas yang meluangkan waktunya menikmati dan menyaksikan keindahan alam Gorontalo dari Pentadio yang namanya sudah melegenda sejak dahulu.
Lain halnya dengan Pentadio, penulis selama dalam perjalanan melakukan pengamatan dan wawancara singkat terhadap warga yang ditemui sebagai responden dadakan untuk menanyakan nama daerah setempat dengan mencocokkan identitas wilayah yang ditunjukkan oleh keterangan google map. Petunjuk mapping menjelaskan sebuah wilayah bernama Sigentio. Secara administratif pemerintahan, Sigentio sesungguhnya adalah Desa Sigenti yang merupakan sebuah nama desa di Kecamatan Tinombo Selatan.

Sigentio atau lebih dikenal Desa Sigenti merupakan desa tertua yang telah berdiri sejak tahun 1935 silam dalam wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Sigenti yang berada di sepanjang daerah pesisir pantai Teluk Tomini menjadikan masyarakatnya sebagai nelayan aktif mengarungi laut biru yang tenang nan indah. Pada teritorial darat, penduduk Sigenti berusaha tani perkebunan cengkeh, kelapa dan tanaman pangan utamanya komoditas padi. Setiap kali selesai musim panen raya padi, masyarakat tani Sigenti melakukan tradisi adat turun temurun yaitu prosesi upacara syukuran panen yang disebut
Novunja .
Penyelenggaraan PENAS Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo sebagai event tiga tahunan tersebut adalah timing pelaksanaan yang sangat tepat karena paralel dengan waktu World Cup 2026 yang berlangsung pada tiga negara sekaligus yaitu di AS, Meksiko dan Kanada. Tempo pelaksanaan yang bersamaan walau piala dunia durasinya lebih lama dibanding penas yang hanya sepekan antara 20-25 Juni 2026. Terkadang peserta penas ngefans terhadap tim tertentu hingga meluangkan waktu menikmati siaran nobar piala dunia dari homestay masing-masing.
Menjelang laga sistem gugur pada 32 negara yang lolos dari fase grup, tentunya tim-tim andalan dunia mempersiapkan taktik untuk menang. Beberapa tim unggulan dunia yang masih didominasi oleh Amerika Latin dan Eropa seperti Argentina, Belanda, Brasil, Inggris, Prancis, Jerman dan Spanyol tengah menyusun strategi untuk memenangkan kompetisi. Diantara negara-negara tersebut hanya Belanda yang belum pernah mengangkat tropi supremasi sepak bola dunia ini. Namun, tim matador Spanyol
yang baru perdana menjuarai piala dunia tahun 2010 silam di Afrika Selatan kembali bertekad untuk menjadi pemenang olah raga sejagat ini.
Tim La Furia Roja sebagai sebutan dari skuad Spanyol masih mengandalkan taktik tiki taka yang sangat strategis di dalam mengimbangi permainan rival-rivalnya. Manajemen tim matador masih memberi kepercayaan ban kapten dipegang oleh Sergio Ramos yang merupakan bek asal klub Real Madrid. Defender Sergio yang mengonsolidasi lini pertahanan sangat solid di dalam membentuk barikade bertahan dan sulit ditembus oleh lawan. Namun, naluri seorang Sergio dalam mengawal barisan belakang sangat agresif dan terkadang membuat blunder melalui tekel keras yang melumpuhkan pemain lawan hingga cedera serius.
Tiga kata dengan akhiran -io- Pentadio dan Sigentio, yang merupakan identitas lokal di Pulau Sulawesi dan seorang pemain sepak bola dunia yang berkewarganegaraan Spanyol bernama-Sergio- apakah hanya faktor kebetulan ketiga item nama tersebut bersekutu didalam pikiran penulis. Kata io atau iyo, juga merupakan simbolik bahasa masyarakat kawanua yang menandakan suatu persetujuan atau anggukan kesepahaman suatu pembahasan topik pembicaraan. Kode bahasa tersebut sebagai representasi kesepakatan untuk berbuat yang sama setelah pembicaraan yang telah dipahami bersama.

Pentadio, Sigentio dan Sergio sesungguhnya adalah bagian refleksi dari traveling penulis dalam menghadiri Pekan Nasional Petani Nelayan seluruh Indonesia di Gorontalo sejak 20-25 Juni 2026. Dalam ruang Penas tersebut, penulis merenung betapa luas dan kayanya negeri ini dengan segala potensi alam yang dimiliki, aneka hayati dan geografis yang menyelimutinya: bertumbuh dan berkembang hingga terhubung ke dunia luar sebagai komoditas perdagangan global sebagai pilar kehidupan bangsa. Penulis rela memungut sample batuan maupun pasir yang diduga mengandung mineral komposit tertentu di sepanjang rute perjalanan dari Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
Tak salah dan memang tepat pernyataan Menteri Sekretaris Negara Kabinet Pembangunan V 1988-1993, pada masa orde baru -Moerdiono- ketika melakukan touring mobile side kick lintas Manado ke Makassar mengatakan bahwa, “Sulawesi Memang Indah.”
Barru, 29 Juni 2026
*Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Pangan, TPHBun Kabupaten Barru
