
Piala dunia 2026 memang telah usai, tapi alih-alih menangisi tim kesayangan yang kalah, aku justru terinspirasi oleh salah satu sosok yang menjadi ikon dunia. Tentu hal ini bukanlah tanpa sebab, kekalahan Portugal di piala dunia 2026 menjadi tangisan yang mengisi relung hati seorang legenda sepak bola dunia dan juga seluruh penggemarnya di seluruh dunia. Jalan cerita dari kejadian ini adalah mengapa sang legenda bisa kalah atau kenapa tidak menang? padahal memenangkan pildun (piala dunia) 2026 adalah tujuan besar dari Sang Legenda. Hal itu menjadi cerita tersendiri yang akhirnya fokus masyarakat bukannya ke sepak bola sebagai cabor (cabang olahraga) yang bergengsi di dunia atau kepada tim yang menang, tetapi justru tertuju pada sosok yang paling akrab disapa CR7 atau Cristiano Ronaldo.
Tayangan di media sosial mengenai CR7 yang terus-menerus dimunculkan, membuat aku penasaran akan kisah hidupnya. Benar saja, ternyata apa yang membuatnya berlenggang di sepak bola dunia selama kurang lebih 20 tahun bukanlah hal yang mudah. Tercatat oleh media-media di seluruh dunia bahwa CR7 adalah seorang pemain sepak bola yang berlatar belakang dari keluarga yang kurang mampu untuk ukuran seorang pemain sepak bola kelas dunia. Dia dulu pernah menyapu jalanan, tinggal di tempat yang sempit, dan pernah memakan makanan dari sisa makanan di restoran. Seorang wanita pekerja restoran yang baik hati selalu memberinya makanan dari makanan yang masih ada dan setelah proses penjualan di tempatnya bekerja berakhir. Hingga di keberhasilannya saat ini Ronaldo mencari wanita pekerja restoran tersebut, dan sebagai balas budi Ronaldo membangunkan restoran untuk wanita tersebut sebagai bekal hidup di masa tuanya.
Sisi lain yang dilakukan Ronaldo sehingga membuat aku sangat terinspirasi adalah bagaimana disiplin, konsisten, dan persisten benar-benar dilakukan selama karirnya di dunia sepak bola. Hal tersebut tentu bukanlah hal mudah, karena aku sendiri pernah melakukan hal tersebut saat ingin meraih juara umum di sekolah tingkat lanjutan pertama, dan memang aku sebisa mungkin menahan keinginanku untuk melakukan hal-hal yang nyaman seperti berjalan-jalan dengan teman, menonton televisi hingga larut, bercanda hal yang kurang penting, dan sebagainya. Apalagi ingin menjadi pemain sepak bola dunia yang selalu tampil prima dan sehat.
Ronaldo melakukan latihan lebih lama dibanding rekan-rekannya, saat rekan-rekannya sudah pulang karena jam latihan telah berakhir, Ronaldo menambah jam latihannya sendiri. Mengasah kemampuannya di ruang kosong, saat hanya ditemani oleh sepi dan niat yang kuat di dalam hati. Melakukan latihan bersepeda di dalam air, gymnastik, melatih tubuhnya berendam di air dingin, pun melakukan sauna ketika memang diperlukan untuk tubuhnya, latihan kardio, sprint, pliometrik dan otot kaki, latihan fleksibilitas dan mobilitas bersama pelatih pribadinya dan juga dengan timnya, tidak bertato, tidak minum alkohol, tidak merokok, bahkan sangat menjaga pola makan, pola tidur, dan tentu saja pola pikirnya. Karena ketika seseorang semakin sukses di karirnya, tentu akan banyak tantangan hidup yang menghadang, di mana saat itu Ronaldo memerlukan pola pikir yang luas dan menghindari stress.
Hal-hal demikian yang membuat aku saat ini kembali lagi ke setelan awal yaitu berdisiplin. Tapi bukan hanya sekedar disiplin biasa, tapi disiplin yang memang acuannya terhadap disiplin yang dilakukan oleh Cristiano Ronaldo. Menjadi tantangan untukku bagaimana bisa melakukan hal seperti dia. Keluar dari zona nyaman, secara konsisten dan persisten menjadi seseorang dengan versi terbaik yang dicita-citakan. Versi yang bukan hanya berhasil, tetapi sangat berhasil dan menjadi legenda. Ronaldo pernah mengatakan bahwa dirinya hebat, mengapa hal itu dikatakannya?karena baginya jika bukan kita sendiri yang percaya terhadap kemampuan diri sendiri, lantas siapa yang mau percaya?.
