Oleh : Imam Abdullah El- Rashied

Aneh, padahal di sini kita menemui musim panas dan musim dingin, musim hujan dan kemarau, tapi kita hanya mengenal dan mengakui satu saja, musim rindu.

Yah, satu-satunya musim yang tak mengenal tempat dan waktu, terlebih ketika jarak tak lagi satu.

Kita menjelma sebuah rasa, dalam dua jiwa, yang terpisah dimensi ruang dan masa. Namun pada hakikatnya kita adalah satu karsa, yang berupaya menolak lupa, bahwa kita tercipta untuk bersama.

Kita berkeras-kepala, bahwa kita adalah perwujudan cinta, sebelum kita dicipta. Dan, kita akan selamanya abadi dalam kesatuan rasa.

Peternak Rindu.
Mukalla, 4 Oktober 2021.

(Visited 34 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.